Minggu, 03 September 2023

26 Tahun

26 Tahun


 

Hai, apakabar?

Setelah vacum menulis selama 4 tahun lamanya, akhirnya menulis lagi.

Tidak terasa sudah kepala 26, naik turunnya kehidupan kelewati begitu saja.

Terima kasih ya allah atas banyaknya nikmat-nikmat mu selama ini diberikan dimana nikmat tersebut tidak bisa disebutkan satu per satu, dari sini gw belajar bersyukur dalam hal apapun itu dan di umur sekarang banyak nikmat dan doa-doa yg satu per satu diijabah sama allah. 

Jatuh Bangun gw selama di dunia pendidikan terlewati begitu saja, dimana dulu masih ambisius untuk mencoba kembali dengan mengikuti ujian mandiri untuk bisa berkuliah di universitas impian karena belum bisa mendapatkan kuliah ditempat idaman, dan ternyata sekarang masa-masa itu sudah terlewati. Alhamdulilah bisa menyelesaikan pendidikan kuliah kurang dari 4 tahun.

Kemudian, jatuh bangun setelah lulus dari perkuliahan, gw yg masih belum mendapatkan pekerjaan. hari demi hari terlewati, kesana kemari gw mengikuti interview untuk bisa bekerja dan meniti karir ditempat idaman ternyata belum menghasilkan buah yg manis lagi. setelah dijalani dengan disyukuri dan dinikmati perjalanan-perjalanan tersebut akhirnya gw keluar dari zona itu. setelah setengah tahun lamanya, gw bekerja di banyaknya company-company swasta, karena gw tipikal orang yg gampang bosenan. dalam setengah tahun, gw bisa pindah tempat kerja 2-4x. Dari mulai lingkungan yg ga cocok, income yg ga cocok, jarak tempuh yg ga cocok, jenjang karir tidak jelas dan banyak hal yg bikin gw ga betah. 

TEPAT 2020 di bulan Juni. Setelah drama-drama tersebut berhasil terlewati, alhamdulilah gw bisa menemukan dan meniti karir dengan lingkungan yg sehat, income yg cukup, jarak tempuh yg cocok. Virus Covid menyerang, Kembali gw diuji dibanyakny cobaan yg dikasih sama allah. Kontrak gw digantung gitu aja sama perusahaan, masya allah ternyata gw harus merasakan keresahan dan kegalauan itu kembali. Tapi gapapa, gw lalui itu semua dengan ikhlas dan dijalaninnya dengan enjoy. Jujur gw masih tidak terima sama apa yg allah kasih ke gw, karena gw selalu melihat teman-teman gw setiap jalan kehidupannya selalu mulus dan lancar serta mudah-mudah terus. 

Mungkin hampir tiap malam di 1/3 malam di sujud terakhir solat tahajud dan solat hajat bahkan di pagi harinya masih sering nangis di sujud terakhir solat dhuha pasti deh gw nangis dan ngadu sama allah "ya allah, kenapa tidak adil, kenapa harus aku? kenapa aku harus yg engkau kasih cobaan terus?" 

alhamdulilah, cobaan yg allah kasih itu tidak terlalu lama. sebelum di akhir tahun, ada keajaiban yg allah kasih ke gw. Mungkin ini, hadiah allah yg mau diberikan ke gw karena gw udah sabar hahahaha...

alhamdulilah, keuangan dan nasib dalam meniti karir gw perlahan-lahan mulai stabil. 

Terkadang gw masih suka iri dengan kehidupan temen-temen gw yg terlihat baik-baik saja dan lancar-lancar aja. Tapi gapapa, namanya kehidupan pasti naik turun bagaimana sikap masing-masing aja cara menyikapinya kaya apa. 

alhamdulilah tahun 2023 ini, gw dikasih banyak hadiah dan kejutan-kejutan dari allah yg tidak disangka. Dari keinginan dan doa-doa gw yg sempat tertunda di tahun-tahun lalu. 

Tidak disangka ditahun ini, 2023 merupakan hadiah terbaik sepanjang masa yaitu dipertemukan oleh laki-laki yang baik, laki-laki pekerja keras, laki-laki penyabar, laki-laki yang bertanggung jawab. Terima kasih ya Mas, sudah mau bertahan dan tetap jalan maju kedepan dengan sikap gw yg keras kepala.

bismillah, di tahun 2023 ini. Allah akan segera mempertemukan dan mempersatukan kita dengan ibadah yg sangat panjang. Dengan, waktu yg kita punya sedikit di kesibukan kamu dan gw semoga allah permudahkan urusan kita berdua.  

walaupun, keputusan untuk menikah di usia muda saat ini tidak mudah buat gw. banyak keraguan-keraguan yg gw alami. seperti:

Q: Kesalahan pemahaman apa yang biasanya dibuat pasangan dalam tujuan menikah dan memasuki pernikahan?

A: Menurut pengalaman dari teman-teman gw, yang paling sering, menikah hanya karena nafsu atau desakan sosial dan keluarga. Semuanya karena tidak mengerti tujuan sebenarnya dalam pernikahan.


Q: Setelah menikah, hal penting apa yang harus diingat oleh para pasangan dalam menjalani kehidupan bersama?

A: Pernikahan merupakan sebuah perjanjian yg mengikat bukan kontrak. Artinya, tidak dapat dibatalkan, tidak ada pilihan bercerai apapun alasannya. Pemegang perjanjian ini ada 3 pihak, suami, istri, dan Allah. Jika suami atau istri gagal menjaga perjanjian, perjanjian tetaplah berjalan karena Allah tetap menjaga perjanjian itu. Lalu bagaimana jika suami atau istri sudah melakukan kesalahan berat, yang membuat pihak lainnya sulit menjaga pernjanjian tersebut? Di sinilah dibutuhkan visi iman.

Disinilah keberadaaan mas selalu menyakinkan kalau semua akan dihadapi bersama dan selalu berprinsip "menikah karna allah".

Semoga pernikahan gw nanti, selalu diberkahi rahmat dan keberkahan-keberkahan didalamnya serta menjadikan keluarga gw - suami gw yg sakinah mawaddah warahmah dan diberikan anak cucu keturunan yg sholeh sholeha jasmani rohaninya dalam islami hingga akhir hayat. Aamiin.

Kamis, 26 September 2019

Officially S.E

assalamualaikumm
apa kabar? semoga semua baik-baik saja yaa :)
sudah lama tidak menulis, karena banyaknya kewajiban yang harus segera diselesaikan.



“Skripsi”, satu kata yang sangat dikenal mahasiswa. satu kata ini seringkali menjadi momok bagi sebagian besar mahasiswa, karena banyak mahasiswa yang masa studinya bertambah lama karena membutuhkan waktu yang lebih lama untuk menyelesaikan kewajiban ini. Alhamdulillah juga dapat menyelesaikan studi tepat waktu (dan tidak terlalu cepat juga 😀)Pengalaman saat menyelesaikan s1 di kampusku agak berbeda, karena dosen pembimbing sudah ditentukan dari program studi dan mahasiswa harus terima jadi otomatis mau ga mau terima apa adanya kalau sudah kebagian yang sangat killer dan peduli ataupun yang sangat cuek dan tidak peduli. 

Mahasiswa harus pandai menyesuiakan dengan dosen pembimbing. gue mencari informasi mengenai latar belakang dan ketertarikan riset topik dosen pembimbing. pada bulan Januari tepat jengjengjeng ada notifikasi dari grup line angkatan "pembagian dosen pebimbing" disitulah mulai degdegkan dapet yang super killer apa yang standar sesuai keinginanku. Ternyata................ alhamdulilah dapat yang sangat killer dan yang super super santai singkron lah ya karena gue tipe yang selow-selow tapi pasti, tapi boong banyak cemasnya jujur.

oke baiklah, dimulai di bulan 11 di tahun 2018 setelah sebulan dari pembagian dosen pebimbing aku sudah memberanikan diri untuk mengajukan beberapa judul tapi masih saja ditolak. (inget disini, kalian harus pede dan siap batin yg kuat untuk siap di jatuhkan dosen pebimbing siap di bantai dosen pebimbing siap dipermalukan di dosen pebimbing saat bimbingan di ruang dosen karena mau ga pasti dosen lain nyimak). disini gue terhitung telat sebulan baru mau nemuin dosen untuk bimbingan, karena pada waktu itu gue sedang menyelesaikan kontrak kerja di salah satu perusahaan dimana notabenenya disana untuk lumayan susah. kebetulan gue dibagian treasury atau akuntansi tapi memegang pajak juga.  setelah berdiskusi dan bercurhat-curhat ria dengan hrd ala drama-drama gitu kalau uang pangkal semester gue sangat mahal kasian ibu bapak udah semakin menua akhirnya aku dikasih keringanan "yaudah ras kamu boleh izin. semangat, tapi ingat prioritas jangan dibawah 50% untuk treasury yaa". dengan lancangnya ku menjawab "siapp 86". akhirnya kelar satu per satu. 


Pada bulan Januari di minggu pertama gue udah menyiapkan judul 3 wkwkw (emang agak sombong orangnya) tapi inget sedia payung sebelum hujan kalau 3 judul masih ditolak ya sama aja boong, ye kan? nah, tepat tanggal 13 Januari jam 8.10 pagi gue menwhatsapp dosen pebimbing gue yang sangat killer itu kira-kira seperti ini "assalamualaikum ibu (sebut saja princess) perkenalkan saya larasati dari s1 akuntansi selaku anak bimbingan ibu yang kedua. salam kenal ya bu, karena selama 3 tahun saya belum pernah dapat pengajar dengan ibu :) mohon maaf mengganggu bu hehe, apakah pagi ini ibu ada di kampus? dikarenakan saya ingin ngobrol santai berhubunngan bimbingan skripsi dengan  ibu." kemudian jam 8.20 diread whatsapp gue, wah asli ini degdegkan banget karena typing nya panjang banget :( balesan yang sangat singkat padat dari beliau "waalaikumsalam laras, ok jam set9 saya tunggu" dan panik dong iya kan, posisi belom siap nanti harus mulai  percakapan dari mana karena ku kira bakal di okein besok paling lambat atau after makan siang paling cepet tapi yaudah gapapa santai aja udah kalau ditanya ya jawab kalau gabisa jawab ya tetep dijawab intinya gitu. 

Hanya membutuhkan persiapan 10 menit tanpa mandi cuma pilih baju yang pas dengan kerudung dan jalan. kenapa sih ga mandi? karena ku tau, dosen killer ini paling ga suka mahasiswa yang ngaret diluar jam kesepakatan. Dan jam 9.20 sampailah di ruangan oiyaa dosen killer ku ingin ternyata kaprodi, sebelum aku datang ternyata memang sudah ada teman gue yang terlebih dahulu nunggu dan dia sudah menangis sambil membawa catatan kecil. akhirnya, gue samperin temen gue itu kebetulan gue sangat kenal dengan dia karena sebelumnya temen gue ini udah whatsapp untuk mengajak bareng bimbingan lebih awal duluan. mulailah ngobrol "cuy lo kenapa? baik-baik aja kan? udah masuk ke dalem? bawa berapa jurnal?" dan temen ku menjawab panjang lebar "gua kena diomelin abis-abisan ras, hipotesis gua blablabla katanya gua mau bikin skripsi apa mau bikin makalah. kamu pulang lagi aja, minggu depan menghadap saya lagi. didalem lagi pada abis rapat banyak yang denger dan nyimak. gua malu bgt" jauh dari perkiraan ternyata, sepintar temen gue aja pagi-pagi dibikin down.


YAAAAAAAAAAAAAAAA OKEE, TETEP SANTAI AJA.  setelah ngobrol dan menguatkan temen gue hampir 20 menit, dosen ku keluar dong :( dengan nyelutuknya "yang tadi pagi whatsapp saya janjian jam set10 siapa ya? sudah saya tungguin ga ada kabar" dan gue dengan santainya menjawab "saya bu, maaf saya baru dateng karena dari bekasi tadi kereta telat dan sempat tertahan distasiun" dan dosen gue cuma respon yaudah masuk ya.



gue ucapin bismillah membuka pintu, dan dalem hati selalu menyemangatin terus harus kuat ya jangan nangis kalau di jatuhkan. akhirnya gue masuk dengan komat kamit bismillah sama shalawat nabi. Dosen gue menyuruh duduk, dan presentasiin sedikit masalah apa yang mau di bahas terus pake hipotesis apa? wah gokil emang, baru juga dateng udah banyak pertanyaan tapi ya sudah demi wisuda september. 

Disini gue sebelumnya memperkenalkan diri dulu dong pastinya, terus menceritakan waktu mata kuliah metodologi penelitian judul ku tentang penghindaran pajak dan variabel apa saja yang aku pakai. Alhamdulilah banget dosen ku merespon dengan sangat baik, bahkan jangan menyarankan judul waktu mata kuliah metodologi penelitian itu karena katanya sudah banyak. Dan oke baik, gue mengajukan judul ke 2 tentang penggelapan pajak untuk umur tahun sekitaran 3 tahun respon dosen gue hanya diam dan coba nanti ibu pelajari dulu ya nak. kenapa dosen gue bilang seperti itu? dikarenakan dosen gue ini tidak terlalu paham dengan pajak, beliau lebih ahli ke keuangan. kemudian, dosen ku merespon lagi judul lain ada? dengan spontannya aku menjawab "ada buk, tapi di tahun 2010 sudah pernah dipakai oleh senior" dan dengan santainya dosen gue menjawab "yaudah gapapa, kamu presentasiin dikit kesana coba." blablablabla hampir 2 jam gue didalem ruangan dingin sunyi banget dah bimbingan rasa sidang beneran :( jauh dari ekspetasi, dosen killer gue sangat baik sekali aslinya bahkan gue diajak bercanda tidak seseram apa yang diceritakan teman-teman gue. ketika udah selesai menyetorkan 2 judul dan mempresentasikan masalah dan sebagainya, dosen gue bertanya dengan 1 pertanyaan yang benar-benar gue jawab dengan sok tau tanpa membawa data. HABISS SUDAH, gue korban kedua kena omelan beliau "kamu kalau udah tau masalah dan penangannya tapi tanpa data statistika gimana sih? kan kamu mau sarjana bukan diploma yang angka data statistikanya di kira-kira doang. gimana sih? besok pagi kamu harus ketemu saya lagi" 😥😥😥😥😥😥😥😥😥😥 

bener-bener batin gue kaya lagi naik wahana hyteria yang udah diatas dan dijatohin gitu aja, akhirnya gue merespon "baik bu, jam 9 besok saya temuin ibu" kenapa gue senekat itu dan berani menantang seperti itu? karena tipikal dosen killer memang seperti itu, pengen tau seberapa mana ambisi kita wkwkwk. setelah besoknya dosen ku ternyata udah mempelajari kedua judul gue ini DANNN JUDUL GUE DITOLAK DENGAN SPONTAN, jangan pakai judul penggelapan pajak atau penghindaran pajak ini terlalu gampang inimah setara dengan diploma cari yang lain.  

Sempat mentalnya shock dan males untuk menemui dosen gue ini wkwkwk, kemudian seminggu berturut gue tanpa lelah terus mengajukan topik terkini perihal audit ataupun pajak kalau di hitung, gue sudah mengajukan judul lebih dari 7kali. Akhirnya 1 bulan gue menghilang dari peradaban kampus untuk intropeksi diri topik apa yang pas dan lagi terkini di dunia masyarakat yaa? Tepat Maret-April, gue menemui dosen killer lagi kurang lebih 10x pertemuan bimbingan dengan dosen bimbingan killer ku akhirnya jengjengjeng JUDUL DI ACC seperti inilah skripsi penuh drama yang ekstra banget dimana ada waktu bimbingan ceria ketawa-ketawa bahkan malah curhat, dimana waktu bimbingan tegang kena omelan, bahkan dimana waktu bimbingan 10 menit didalem lift dengan direspon "kalo udah siap maju, jangan ditunda-tunda"

Setelah matang dengan topik yang gue pilih yaitu (tututututututut) dengan menentukan metode penelitian dan model yang digunakan, barulah ketemu dosen pembimbing yang sangat sangat santai untuk memberikan gambaran penelitian. Nah disini nih banyak drama lagi, hampir saja gue ingin mengajukan penggantian dosen pebimbing gue yang super santai ini. karena dosen pebimbing yang sangat santai itu malah beda pemikiran dan diluar jalur pemikiran aku dengan dosen killer gue, disini emang agak pusing dan sempat jatuh sakit gimana caranya bisa mempertemukan 2 dosen di waktu bersamaan dan menciptakan suasana yang tentram dan hikmat. kurang lebih selama 2 minggu aku mendekatkan diri pelan-pelan mencuri hatinya dari yang tidak peduli menjadi peduli, memberikan argumen yang baik akhirnya dosen gue yang sangat santai itu luluh dan sepakat untuk diskusi dengan dosen killer gue sebelumnya. 1,5 bulan drama yang ga ada henti-hentinya.

Tepat dibulan awal desember akhir, gue terus dan tanpa henti minta doa dari mama papa dan lingkungan sekitar untuk doakan dan bisa kelarin drama ini semua dengan cepat dan mereka merespon dengan bik dan tulus. 

Alhamdulilah dibulan Januari 2019, gatau kenapa allah mempermudah urusan gue ini gak sengaja di waktu yang tidak dijanjikan 2 dosen gue dipertemukan gitu saja dan gue spontan mencuri kesempatan itu untuk bimbingan. Dan hasil nya memuaskan, dosen gue yang super santai ini bisa 1 sepemahaman dengan dosen gue yang satunya dan gue. dengan spontannya kedua dosen bimbingan merespon "kalau udah siap maju, jangan nunda-nunda" wah gokil sih ini gak nyangka, kemaren beda selisih sekarang jadi klop banget. dan pada akhirnya gue menjawab responan dari 2 dosen tersebut "beri saya waktu 2 minggu lagi ya bu untuk mempersiapkan dan mematangkan materinya dan presentasi dan memperdalam materinya"  dan 2 dosen gue sepakat setuju dan menyuruh gue untuk mempersiapkan semua berkas untuk sidang yang harus di tanda tangani. 

alhamdulilah bulan April gue bisa kelar dan menyelesaikan semua drama yang terjadi. terima kasih semua doa-doa ikhlas dari orang-orang terdekat yang sangat tulus selama ini

Dan perlu diingat, topik yang kita pilih tentunya topik yang menarik rasa keingintahuan kita, sehingga ada motivasi untuk mencari informasi, literatur dan juga melakukan analisis. Alhamdulillah, dapat menyelesaikan tepat waktu dengan hasil yang cukup memuaskan, resmi officially announce S.E.:).

Minggu, 21 Januari 2018

:)

Untuk menjadi seorang auditor ternyata gak semudah apa yg gue bayangin ternyata selama ini. tapi sebelumnya alhamdulilah terwujud akhirnya impian gue untuk bekerja di sebuah kantor akuntan publik. sebenernya gue juga gak tau bakat gue dimana dan mau mencoba untuk bekerja dimana nanti setelah lulus nanti. tapi gue emang ada keinginan untuk menjadi akuntan publik di suatu instansi pemerintah. so ternyata sulit bosss wkwkwk

waktu gue untuk kumpul dan ngobrol sama nyokap gak ada sama sekali dimana gue pulang larut malem dan nyokap udah mau tidur gue berangkat nyokap lagi solat subuh. dan sabtu minggu kadang gue masih sering ngegarap ke kap itu asli sedih banget gue berasa asing banget weekend gue harus ke kap yg ada didaerah sudirman dengan posisi ibu bapak gue ada dirumah tapi justru gue malah yg pergi jarang dirumah.

tapi gue jalanin dengan ikhlas sih sama enjoy jangan ngeluh wkwk mungkin allah udah bosen denger keluhan gue yg tiap hari gak ada abisnya. gue seneng sih sebenernya cuma di kap gue bisa menginjekan kaki gue ke BPK, bisa jalan-jalan gratis dari 1 perusahaan ke perusahaan yg lain dan serta bisa berjabat tangan langsung dengan orang-orang bank indonesia dan deloitte yg mungkin selama ini taunya cuma ada di cerita dosen-dosen gue.

Dalam Realitanya, audit gak serumit apa yang gue pikirkan dan bayangin. Yang dibutuhkan untuk menjadi bisa hanya dengan jam terbang yang tinggi. semakin sering auditor mengaudit beberapa kriteria-kriteria klien yang berbeda-beda maka gue akan memiliki kemampuan yang cukup. selain itu untuk menjadi auditor yg handal gue memerlukan disiplin yg tinggi , dimana pada masa-masa audit pekerjaan yg menumpuk gak kenal waktu dimana jam malem gue harus melek dan jam pagi gue tidur dan jam siang gue harus ke tempat klien, gue disitu harus dituntut untuk menyelesaikan dengan tepat waktu sesuai kesepakatan pihak KAP dengan klien diluar halangan dari eksternal.

Rasa jenuh ketika menghadapi audit di KAP sering kali muncul ketika gue harus dituntut untuk mengerjakan sesuatu yang menantang tetapi membutuhkan waktu yang lama.  dimana pikiran gue mau kerja keras tapi jiwa gue mau main mau hedon mau main mau ini mau itu :(  gue harus bisa mengerem semuanya karna setelah tau jam terbang gue sangat meroket pergi gak lihat matahari dan pulang gak lihat matahari.

Terima kasih buat para (kamu) yg sudah pernah datang dan pergi dikehidupan gue yg pernah membuat gue hancur kecewa jatuh bangun semangat dan bahkan down. berkat (kamu) gue bisa bertahan satu persatu usaha gue berjalan dengan baik-baik saja walaupun membutuhkan waktu untuk bangkit dari jatuhnya kekecawaan dan mengontrol emosi gue harus berjalan kedepan atau bahkan mundur muter kebelakang? tapi ternyata gue harus berjalan kedepan dan tidak akan lagi mundur muter kebelakang. sukses selalu buat kalian para (kamu) yg sudah mengisi hati dan hari walaupun hanya sebentar.

mah, pah, maaf sekali lagi untuk ketidak adaan atau ketidakhadiran aku yg jarang sekali ada dirumah untuk berkumpul dirumah baturaden karna harus mengikuti posisi klien yg ada didaerah-daerah tertentu.

semoga 2 semester kedepan gue cepat menyelesaikan sekolah di jakarta tepat di 2019, kemudian 1,5 tahun lanjut dengan sekolah di IAI tepat di 2021 dan setelah itu bisa meneruskan jam terbang gue di kantor akuntan publik yg lainnya.

Sabtu, 02 September 2017

Rindu.



Rindu itu sebuah rasa. Rasa yang terus bergelut dalam pikiran. Perasaan yang membuat seseorang menjadi terus-menerus memikirkan seseorang karna telah lama tidak merasakan kehadiran seseorang dalam dirinya. Sebuah rasa yang membuat diri terus-menerus dipaksa untuk berharap. Berharap seseorang yang dirindukan akan datang kepada dirinya sampai rasa rindu itu mulai berhenti berharap. Alhasil, rindu juga bisa menjadi kejam. Rindu, sebuah rasa yang mengajarkan kita arti dari sebuah kesabaran, arti dari menunggu.

Missing someone is not about how long it has been since you have seen them or the amount of time since you have talked…it is about that very moment when you are doing something and wishing they were there with you.
—Anonymous

Minggu, 28 Mei 2017

hallucination

      Mungkin kalo tidak karena kekuatan doa dari ibu bapak dan keluarga hingga saat ini saya tidak tau akan menjadi apa nasib nya. Mungkin buat saya ini bukan sesuatu yg saya inginkan dan impikan tapi semampu dan semaksimal mungkin saya akan selalu mensyukuri dalam hal apapun dan menjalankan nya dengan hati yg sungguh-sungguh dan tekun. 

Saya yg selalu melihat dan memandang kampus yg disana jauh dari angan-angan bagaikan jurang yg sangat tajam yg sulit untuk dipanjat kiri kanan nya banyak kerikil kecil yg membuat saya selalu terjatuh terus menerus sehingga tuhan berbicara lain. Semoga dengan saya menerima ketetapan dari tuhan sekaligus saya insya allah selalu menemani serta merawat kedua orangtua kedepannya akan menjadi buktinya bakti saya kepada kedua orang tua.

seiring berjalannya waktu saat ini saya sudah menduduki bangku semester 4 terkadang saya masih sering mengharapkan dan mengimpi-impikan (universitas) sesuatu yg bukan menjadi rejeki saya. saat ego saya tinggi rasanya halusinasi saya masih belum puas yg saya dapatin dan selalu menyalahkan takdir dan selalu menilai kalau saya itu tidak seberuntung orang-orang. 

tidak, tidak, tidak, saya tidak iri apa yg didapatkan lebih dari orang-orang. ya allah, apakah saya termasuk golongan kufur nikmat? bukan kah setiap hamba mu berhak memiliki banyak  mimpi atas segala impiannya? bukankah seperti itu? bukannya saya tidak menerima ketetapannya. saya percaya ketetapan adanya saya disini bukan semata-mata yg mudah adanya saya disini adanya dorongan support dan campur tangan dari orang tua hebat yg masih lengkap saya miliki.

      Saya ikhlas dan menikmati kondisi yg sekarang atas pemberian dari ketetapannya, jika saya masih diberi 1 kesempatan lagi oleh-Nya untuk mencapai keinginan saya siap mengulangnya dari awal lagi dari 0 tapi jika masih belum juga diberikan 1 kesempatan saya juga siap menerima konsekuensinya seperti yg sudah-sudah. sekarang tahun terakhir saya memperjuangkan sesuatu impian saya yg ketunda dari 2015 mungkin saat ini saya cuma bisa berusaha sebisa mungkin semaksimal mungkin untuk mendapatkannya lagi tapi saya juga tidak boleh terlalu berharap yg terlalu lebih karena saya tau tidak ada yg bisa menolak atas ketetapannya sehebat apapun orang itu. maaf jika saya termasuk kufur nikmat bukan maksud saya tidak menerima ketetapannya tetapi setidaknya saya hanya berusaha untuk mendapatkan sesuatu yg lebih baik,mungkin diantara beberapa teman-teman saya selalu mengkritik saya dan menjatuhkan saya "ah ngapain sih lo, udah dijakarta aja. paling juga gadapet. ga bersyukur lo dasar manusia. bersyukur bego" mungkin mereka-mereka yg menjatuhkan saya tidak mengerti bagaimana rasanya berjuang tahap demi tahap sehingga suatu impian yg belum bisa terwujud.

semoga dengan sabarnya saya, usahanya yg sudah saya jalani selama ini bisa mendapatkan mendapatkan hasil yg berbuah manis,tidak saat ini saya tidak lagi degdegan dalam menunggu dalam suatu pengumuman online hati saya sudah cukup terlatih atas kegagalan yg sudah-sudah, saat ini saya sudah ke 7kalinya saya gagal dan jatuh atau mungkin gagal ke 8 saat esok? ya Wallahu a'lam. saya percaya allah memiliki ketetapan yg indah bagi setiap hamba-hambanya. kembali lagi keawal saya mengharapkan sesuai kadarnya dan sesuai kemampuan saya dan sesuai dengan ridha dari-Nya apakah saya pantas untuk mendapatkannya atau sebaliknya.Ya, hanya beberapa teman dekat saya saja yg mensupport untuk memberikan power full dukungan support saya untuk mendapatkan dan mewujudkan impian saya yg dari dulu ketunda. "lo bisa pasti, yg penting lo usaha. abis itu lo serahin aja ke yg menciptakan bumi dan langit alam semesta ini" hanya kata-kata ini yg bisa mengantarkan saya untuk mau berjuang lagi. Ya, sederhana tapi bermakna.

         Saat ini saya cuma tau diri dan selalu rendah diri, apa iya doa dari impian saya pantas di kabulkan sama allah? atau bahkan saya termasuk orang yg kufur nikmat? pesimis-pesimis itu yg selalu yg ada dibenak saya tapi saya berusaha mengabaikan dan selalu berserah diri apapun hasilnya. semoga sabarnya saya dalam menunggu,rendah dirinya saya dalam menerima ketetapannya, usaha-usaha kecil saya nanti akan berbuah manis. bismillahirrahmanirahim semoga bisa terwujud dan merasakan semua-muanya usaha-usaha saya yg selama ini ketunda.

Senin, 24 April 2017

merebutkan sebuah kursi

Semua manusia pasti akan mengalami kegagalan. 

Sesukses apapun orang itu, pasti dia pernah mengalami kegagalan. pada tahun 2015 Ya aku adalah seorang calon mahasiswi berumur hampir 18 tahun. waktu itu Aku memang belum menjadi seorang mahasiswi, tapi aku sedang dalam proses menggapai gelar tersebut. Berawal dari tahun 2015, iya 2 tahun lalu. Aku mengikuti seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNMPTN) daftar melalui sekolah. jalur yg dimana yg diharapkan banyak pelajar SMA di seluruh indonesia secara jalur yg hanya menggunakan nilai rapot tanpa harus mengikuti ujian tertulis.

Awalnya tidak percaya diri karena banyaknya pesaing nilai-nilai tertinggi dan prestasi-prestasi lainnya yg dimiliki beberapa teman di angkatan 2015 waktu itu. dan oleh karena ada banyak faktor yang membuat semangatku muncul, akhirnya aku memutuskan untuk mengikuti seleksi tersebut. Aku sepakat dengan temanku, untuk mendaftar di satu wilayah yang sama yaitu universitas diponegoro hehe dengan prodi yg berbeda saat itu ngambil akuntansi dan manajemen dan temanku mengambil prodi hukum.  Kita berdua sudah merasa sangat yakin bisa lolos di seleksi ini. melihat nilai raport kita yang tidak begitu rendah dan tidak berbeda jauh tapi ini hanya itungan matematik statistika rapot.

Dan, Hari yang ditunggu pun tiba pada bulan mei tepat 3 hari setelah ulang tahunku yg pengumuman pada tanggal 9 mei, aku sudah merasa sangat percaya bahwa aku dan temanku bisa lolos dikampus yang kita inginkan untuk bersama. Dan saat aku membuka pengumuman tersebut, jauh dari ekspektasiku, ternyata aku tidak lolos, aku sangat kecewa saat itu hanya temanku saja yg lolos sesuai keinginannya yaitu prodi S1 Hukum. Aku merasa ini sangat tidak adil, aku merasa sudah semaksimal mungkin berusaha.

Dan yang lebih membuatku sedih. Tidak apa-apa, aku tidak boleh egois, saat itu selalu mendapatkan dukungan dan dorongan moral baik dari jasmani rohani dan psikis oleh keluarga. Mungkin, disinilah pucak keputus asaanku. Aku merasa menjadi orang paling bodoh. ya malu, merasa minder, dan sempat tidak ingin melanjutkan kuliah karena takut gagal dalam test lagi. Namun aku berfikir, akan jadi apa jika tidak melanjutkan kuliah? Aku masih memiliki orangtua yang harus aku buat bangga karena kedua kaka tembus di ptn yg 10 besar ptn favorit di indonesia (ugm dan undip) .

kemudian ga lama dari pengumuman snmptn dibukalah pendaftaran online SBMPTN namanya. pada h-2 minggu sebelum penutupan malamnya temanku menelfon menanyakan bagaimana kabar nya dan memberika dukungan dan dorongan moral untuk tidak down lagi. setelah itu paginya pun mendaftar dengan pilihan prodi yg sama dan kampus.  Aku tidak ingin lagi berharap lebih, yang jika hasilnya tidak sesuai dengan harapan hanya menghasilkan rasa kecewa. Dengan tekad yang kuat, aku memberanikan diri untuk mengikuti test itu sendiri kesemarang tanpa ibu dan ayah ataupun keluarga yang mendampingi karena waktu itu dengan pilihan diluar jakarta. Kali ini, aku sudah pasrah dengan apapun hasilnya.Walaupun begitu, aku bersyukur memiliki keluarga yang selalu mendukung apapun cita-citaku. Terimakasih Allah, engkau telah menitipkanku kepada orang yang tepat.

Namun, lagi-lagi kegagalan itu kembali aku alami, saat pengumuman bukan lagi keinginan dengan jurusan yg ku mau tetapi melainkan pilihan di ketiga ku dengan melainkan bukan kemampuan ku tetapi 1 kampus yg sama dengan temanku. Sampai pada akhirnya, aku tetap memilih untuk tetap usaha demi mendapatkan satu buah kursi di perguruan tinggi negeri yang aku impikan dengan jurusan yg ku inginkan. Dalam doa disetiap shalatku, aku selalu berdoa, agar aku bisa diberi umur panjang untuk bisa membanggakan keluarga. pada saat itu berbagai test online ku ikuti sampe pada pendaftaran seluruh ptn yg terakhir dengan menggunakan jalur mandiri akhirnya pada 2015 bulan agustus adalah rezekiku mendapatkan sesuai jurusan yg di inginkan, setelah sekian kalinya jatuh saat pengumuman, aku percaya semua sudah allah atur sedemikian indahnya.


Man jadda wa jaddaPercayalah, usaha tidak akan mengkhianati hasil.

Jumat, 30 Desember 2016

wahai hati berkuatlah

Ketika engkau tersandung duka, menangislah sekencangnya tak usah engkau menahannya.
Ketika hatimu merasa sakit berteriaklah hingga hatimu tak bisa lagi berteriak...

Allah menguji dengan sebuah cobaan ataupun rintangan setiap hambanya dengan cara yang berbeda, mengikut kadar kemampuan seseorang itu, dan pada masa yang tepat. Mau ataupun tidak mau, kita akan menerima dan menghadapi nya diakan medatang. Siapkah kita untuk mempersoalkan kenapa kita diuji andai selama ini kita selalu memungkiri perintahNya yang diperintahkan kepada kita?

Amat baiknya Allah, dengan ujian yang hadir itu membuat kita lebih matang dan kuat untuk mendepani hari-hari yang mendatang.

Cobaan dan rintangan selalu ada tapi itu bukanlah alasan untuk berhenti maju kedepan meskipun

cobaan dan rintangan yang menghadang akan menyebabkan banyak kegagalan dan keputus asaan

Rasa takut itu adalah tantangan terkadang kita harus menyakinkan bahwa diri kita sanggup hanya untuk membuktikan bahwa kita juga bisa menjadi seperti yang kita inginkan.

Seandainya kita bisa memilih takdir, pasti tidak ada orang yang memilih memiliki takdir yang pedih namun apa daya yang bisa kita lakukan adalah berdoa dan memohon semoga kita selalu dimudahkan dalam hal apapun. Jangan menyerah ketika cobaan datang menghampiri. Mungkin sakit, mungkin luka dan terkadang kita merasa tidak punya harapan hidup dengan cobaan yang datang .
 
wahai hati,
semoga kau tabah dan kuat
bukan untuk hari ini saja
tapi untuk setiap harinya

Bertahanlah wahai hati
segala takdir
Terimalah dengan hati terbuka

wahai hati......

capeknya dirimu menghadapi segala permasalahanya yg engkau temui disekitarmu, itulah yg terus mengajarkanmu untuk dapat memahami sekelilingmu dengan lebih baik lagi. dikananmu ada orang-orang yg engkau sayangi. didepanmu ada orang-orang  yg engkau hormati. dikirimu ada orang-orang yg engkau senantiasa bercengkerama dengan yg lain. di belakangmu ada orang-orang yg selalu mendukungmu dalam doanya meski kau tak pernah tau

bersabarlah wahai hati... bukankahh indahnya pelangi itu, baru kita rasakan setelah turunnya hujan??

wahai hati........

tetaplah istiqamah..
walaupun itu berat bagimu..
percayalah kau mampu menjalaninya
asalkan  kau selalu menyertai allah dalam segala bentuk hal.......