Senin, 24 April 2017

merebutkan sebuah kursi

Semua manusia pasti akan mengalami kegagalan. 

Sesukses apapun orang itu, pasti dia pernah mengalami kegagalan. pada tahun 2015 Ya aku adalah seorang calon mahasiswi berumur hampir 18 tahun. waktu itu Aku memang belum menjadi seorang mahasiswi, tapi aku sedang dalam proses menggapai gelar tersebut. Berawal dari tahun 2015, iya 2 tahun lalu. Aku mengikuti seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNMPTN) daftar melalui sekolah. jalur yg dimana yg diharapkan banyak pelajar SMA di seluruh indonesia secara jalur yg hanya menggunakan nilai rapot tanpa harus mengikuti ujian tertulis.

Awalnya tidak percaya diri karena banyaknya pesaing nilai-nilai tertinggi dan prestasi-prestasi lainnya yg dimiliki beberapa teman di angkatan 2015 waktu itu. dan oleh karena ada banyak faktor yang membuat semangatku muncul, akhirnya aku memutuskan untuk mengikuti seleksi tersebut. Aku sepakat dengan temanku, untuk mendaftar di satu wilayah yang sama yaitu universitas diponegoro hehe dengan prodi yg berbeda saat itu ngambil akuntansi dan manajemen dan temanku mengambil prodi hukum.  Kita berdua sudah merasa sangat yakin bisa lolos di seleksi ini. melihat nilai raport kita yang tidak begitu rendah dan tidak berbeda jauh tapi ini hanya itungan matematik statistika rapot.

Dan, Hari yang ditunggu pun tiba pada bulan mei tepat 3 hari setelah ulang tahunku yg pengumuman pada tanggal 9 mei, aku sudah merasa sangat percaya bahwa aku dan temanku bisa lolos dikampus yang kita inginkan untuk bersama. Dan saat aku membuka pengumuman tersebut, jauh dari ekspektasiku, ternyata aku tidak lolos, aku sangat kecewa saat itu hanya temanku saja yg lolos sesuai keinginannya yaitu prodi S1 Hukum. Aku merasa ini sangat tidak adil, aku merasa sudah semaksimal mungkin berusaha.

Dan yang lebih membuatku sedih. Tidak apa-apa, aku tidak boleh egois, saat itu selalu mendapatkan dukungan dan dorongan moral baik dari jasmani rohani dan psikis oleh keluarga. Mungkin, disinilah pucak keputus asaanku. Aku merasa menjadi orang paling bodoh. ya malu, merasa minder, dan sempat tidak ingin melanjutkan kuliah karena takut gagal dalam test lagi. Namun aku berfikir, akan jadi apa jika tidak melanjutkan kuliah? Aku masih memiliki orangtua yang harus aku buat bangga karena kedua kaka tembus di ptn yg 10 besar ptn favorit di indonesia (ugm dan undip) .

kemudian ga lama dari pengumuman snmptn dibukalah pendaftaran online SBMPTN namanya. pada h-2 minggu sebelum penutupan malamnya temanku menelfon menanyakan bagaimana kabar nya dan memberika dukungan dan dorongan moral untuk tidak down lagi. setelah itu paginya pun mendaftar dengan pilihan prodi yg sama dan kampus.  Aku tidak ingin lagi berharap lebih, yang jika hasilnya tidak sesuai dengan harapan hanya menghasilkan rasa kecewa. Dengan tekad yang kuat, aku memberanikan diri untuk mengikuti test itu sendiri kesemarang tanpa ibu dan ayah ataupun keluarga yang mendampingi karena waktu itu dengan pilihan diluar jakarta. Kali ini, aku sudah pasrah dengan apapun hasilnya.Walaupun begitu, aku bersyukur memiliki keluarga yang selalu mendukung apapun cita-citaku. Terimakasih Allah, engkau telah menitipkanku kepada orang yang tepat.

Namun, lagi-lagi kegagalan itu kembali aku alami, saat pengumuman bukan lagi keinginan dengan jurusan yg ku mau tetapi melainkan pilihan di ketiga ku dengan melainkan bukan kemampuan ku tetapi 1 kampus yg sama dengan temanku. Sampai pada akhirnya, aku tetap memilih untuk tetap usaha demi mendapatkan satu buah kursi di perguruan tinggi negeri yang aku impikan dengan jurusan yg ku inginkan. Dalam doa disetiap shalatku, aku selalu berdoa, agar aku bisa diberi umur panjang untuk bisa membanggakan keluarga. pada saat itu berbagai test online ku ikuti sampe pada pendaftaran seluruh ptn yg terakhir dengan menggunakan jalur mandiri akhirnya pada 2015 bulan agustus adalah rezekiku mendapatkan sesuai jurusan yg di inginkan, setelah sekian kalinya jatuh saat pengumuman, aku percaya semua sudah allah atur sedemikian indahnya.


Man jadda wa jaddaPercayalah, usaha tidak akan mengkhianati hasil.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar