Sabtu, 02 September 2017
Rindu.
Rindu itu sebuah rasa. Rasa yang terus bergelut dalam pikiran. Perasaan yang membuat seseorang menjadi terus-menerus memikirkan seseorang karna telah lama tidak merasakan kehadiran seseorang dalam dirinya. Sebuah rasa yang membuat diri terus-menerus dipaksa untuk berharap. Berharap seseorang yang dirindukan akan datang kepada dirinya sampai rasa rindu itu mulai berhenti berharap. Alhasil, rindu juga bisa menjadi kejam. Rindu, sebuah rasa yang mengajarkan kita arti dari sebuah kesabaran, arti dari menunggu.
Missing someone is not about how long it has been since you have seen them or the amount of time since you have talked…it is about that very moment when you are doing something and wishing they were there with you.
—Anonymous
Minggu, 28 Mei 2017
hallucination
Mungkin kalo tidak karena kekuatan doa dari ibu bapak dan keluarga hingga saat ini saya tidak tau akan menjadi apa nasib nya. Mungkin buat saya ini bukan sesuatu yg saya inginkan dan impikan tapi semampu dan semaksimal mungkin saya akan selalu mensyukuri dalam hal apapun dan menjalankan nya dengan hati yg sungguh-sungguh dan tekun.
Saya yg selalu melihat dan memandang kampus yg disana jauh dari angan-angan bagaikan jurang yg sangat tajam yg sulit untuk dipanjat kiri kanan nya banyak kerikil kecil yg membuat saya selalu terjatuh terus menerus sehingga tuhan berbicara lain. Semoga dengan saya menerima ketetapan dari tuhan sekaligus saya insya allah selalu menemani serta merawat kedua orangtua kedepannya akan menjadi buktinya bakti saya kepada kedua orang tua.
seiring berjalannya waktu saat ini saya sudah menduduki bangku semester 4 terkadang saya masih sering mengharapkan dan mengimpi-impikan (universitas) sesuatu yg bukan menjadi rejeki saya. saat ego saya tinggi rasanya halusinasi saya masih belum puas yg saya dapatin dan selalu menyalahkan takdir dan selalu menilai kalau saya itu tidak seberuntung orang-orang.
tidak, tidak, tidak, saya tidak iri apa yg didapatkan lebih dari orang-orang. ya allah, apakah saya termasuk golongan kufur nikmat? bukan kah setiap hamba mu berhak memiliki banyak mimpi atas segala impiannya? bukankah seperti itu? bukannya saya tidak menerima ketetapannya. saya percaya ketetapan adanya saya disini bukan semata-mata yg mudah adanya saya disini adanya dorongan support dan campur tangan dari orang tua hebat yg masih lengkap saya miliki.
Saya ikhlas dan menikmati kondisi yg sekarang atas pemberian dari ketetapannya, jika saya masih diberi 1 kesempatan lagi oleh-Nya untuk mencapai keinginan saya siap mengulangnya dari awal lagi dari 0 tapi jika masih belum juga diberikan 1 kesempatan saya juga siap menerima konsekuensinya seperti yg sudah-sudah. sekarang tahun terakhir saya memperjuangkan sesuatu impian saya yg ketunda dari 2015 mungkin saat ini saya cuma bisa berusaha sebisa mungkin semaksimal mungkin untuk mendapatkannya lagi tapi saya juga tidak boleh terlalu berharap yg terlalu lebih karena saya tau tidak ada yg bisa menolak atas ketetapannya sehebat apapun orang itu. maaf jika saya termasuk kufur nikmat bukan maksud saya tidak menerima ketetapannya tetapi setidaknya saya hanya berusaha untuk mendapatkan sesuatu yg lebih baik,mungkin diantara beberapa teman-teman saya selalu mengkritik saya dan menjatuhkan saya "ah ngapain sih lo, udah dijakarta aja. paling juga gadapet. ga bersyukur lo dasar manusia. bersyukur bego" mungkin mereka-mereka yg menjatuhkan saya tidak mengerti bagaimana rasanya berjuang tahap demi tahap sehingga suatu impian yg belum bisa terwujud.
semoga dengan sabarnya saya, usahanya yg sudah saya jalani selama ini bisa mendapatkan mendapatkan hasil yg berbuah manis,tidak saat ini saya tidak lagi degdegan dalam menunggu dalam suatu pengumuman online hati saya sudah cukup terlatih atas kegagalan yg sudah-sudah, saat ini saya sudah ke 7kalinya saya gagal dan jatuh atau mungkin gagal ke 8 saat esok? ya Wallahu a'lam. saya percaya allah memiliki ketetapan yg indah bagi setiap hamba-hambanya. kembali lagi keawal saya mengharapkan sesuai kadarnya dan sesuai kemampuan saya dan sesuai dengan ridha dari-Nya apakah saya pantas untuk mendapatkannya atau sebaliknya.Ya, hanya beberapa teman dekat saya saja yg mensupport untuk memberikan power full dukungan support saya untuk mendapatkan dan mewujudkan impian saya yg dari dulu ketunda. "lo bisa pasti, yg penting lo usaha. abis itu lo serahin aja ke yg menciptakan bumi dan langit alam semesta ini" hanya kata-kata ini yg bisa mengantarkan saya untuk mau berjuang lagi. Ya, sederhana tapi bermakna.
Saat ini saya cuma tau diri dan selalu rendah diri, apa iya doa dari impian saya pantas di kabulkan sama allah? atau bahkan saya termasuk orang yg kufur nikmat? pesimis-pesimis itu yg selalu yg ada dibenak saya tapi saya berusaha mengabaikan dan selalu berserah diri apapun hasilnya. semoga sabarnya saya dalam menunggu,rendah dirinya saya dalam menerima ketetapannya, usaha-usaha kecil saya nanti akan berbuah manis. bismillahirrahmanirahim semoga bisa terwujud dan merasakan semua-muanya usaha-usaha saya yg selama ini ketunda.
Senin, 24 April 2017
merebutkan sebuah kursi
Semua manusia pasti akan mengalami kegagalan.
Sesukses
apapun orang itu, pasti dia pernah mengalami kegagalan. pada tahun 2015 Ya aku
adalah seorang calon mahasiswi berumur hampir 18 tahun. waktu itu Aku memang
belum menjadi seorang mahasiswi, tapi aku sedang dalam proses menggapai gelar
tersebut. Berawal dari tahun 2015, iya 2 tahun lalu. Aku mengikuti seleksi
nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNMPTN) daftar melalui sekolah. jalur
yg dimana yg diharapkan banyak pelajar SMA di seluruh indonesia secara jalur yg
hanya menggunakan nilai rapot tanpa harus mengikuti ujian tertulis.
Awalnya tidak percaya diri karena banyaknya pesaing
nilai-nilai tertinggi dan prestasi-prestasi lainnya yg dimiliki beberapa teman
di angkatan 2015 waktu itu. dan oleh karena ada banyak faktor yang membuat
semangatku muncul, akhirnya aku memutuskan untuk mengikuti seleksi tersebut.
Aku sepakat dengan temanku, untuk mendaftar di satu wilayah yang sama yaitu
universitas diponegoro hehe dengan prodi yg berbeda saat itu ngambil akuntansi
dan manajemen dan temanku mengambil prodi hukum. Kita berdua sudah merasa sangat yakin bisa
lolos di seleksi ini. melihat nilai raport kita yang tidak begitu rendah dan
tidak berbeda jauh tapi ini hanya itungan matematik statistika rapot.
Dan, Hari yang ditunggu pun tiba pada bulan mei tepat 3
hari setelah ulang tahunku yg pengumuman pada tanggal 9 mei, aku sudah merasa
sangat percaya bahwa aku dan temanku bisa lolos dikampus yang kita inginkan
untuk bersama. Dan saat aku membuka pengumuman tersebut, jauh dari
ekspektasiku, ternyata aku tidak lolos, aku sangat kecewa saat itu hanya
temanku saja yg lolos sesuai keinginannya yaitu prodi S1 Hukum. Aku merasa ini
sangat tidak adil, aku merasa sudah semaksimal mungkin berusaha.
Dan yang lebih membuatku sedih. Tidak apa-apa, aku tidak
boleh egois, saat itu selalu mendapatkan dukungan dan dorongan moral baik dari
jasmani rohani dan psikis oleh keluarga. Mungkin, disinilah pucak keputus
asaanku. Aku merasa menjadi orang paling bodoh. ya malu, merasa minder, dan
sempat tidak ingin melanjutkan kuliah karena takut gagal dalam test lagi. Namun
aku berfikir, akan jadi apa jika tidak melanjutkan kuliah? Aku masih memiliki
orangtua yang harus aku buat bangga karena kedua kaka tembus di ptn yg 10 besar
ptn favorit di indonesia (ugm dan undip) .
kemudian ga lama dari pengumuman snmptn dibukalah
pendaftaran online SBMPTN namanya. pada h-2 minggu sebelum penutupan malamnya
temanku menelfon menanyakan bagaimana kabar nya dan memberika dukungan dan
dorongan moral untuk tidak down lagi. setelah itu paginya pun mendaftar dengan
pilihan prodi yg sama dan kampus. Aku
tidak ingin lagi berharap lebih, yang jika hasilnya tidak sesuai dengan harapan
hanya menghasilkan rasa kecewa. Dengan tekad yang kuat, aku memberanikan diri
untuk mengikuti test itu sendiri kesemarang tanpa ibu dan ayah ataupun keluarga
yang mendampingi karena waktu itu dengan pilihan diluar jakarta. Kali ini, aku
sudah pasrah dengan apapun hasilnya.Walaupun begitu, aku bersyukur memiliki
keluarga yang selalu mendukung apapun cita-citaku. Terimakasih Allah, engkau
telah menitipkanku kepada orang yang tepat.
Namun, lagi-lagi kegagalan itu kembali aku alami, saat
pengumuman bukan lagi keinginan dengan jurusan yg ku mau tetapi melainkan
pilihan di ketiga ku dengan melainkan bukan kemampuan ku tetapi 1 kampus yg
sama dengan temanku. Sampai pada akhirnya, aku tetap memilih untuk tetap usaha
demi mendapatkan satu buah kursi di perguruan tinggi negeri yang aku impikan dengan
jurusan yg ku inginkan. Dalam doa disetiap shalatku, aku selalu berdoa, agar
aku bisa diberi umur panjang untuk bisa membanggakan keluarga. pada saat itu
berbagai test online ku ikuti sampe pada pendaftaran seluruh ptn yg terakhir
dengan menggunakan jalur mandiri akhirnya pada 2015 bulan agustus adalah
rezekiku mendapatkan sesuai jurusan yg di inginkan, setelah sekian kalinya
jatuh saat pengumuman, aku percaya semua sudah allah atur sedemikian indahnya.
Man jadda wa jaddaPercayalah, usaha tidak akan
mengkhianati hasil.
Langganan:
Postingan (Atom)
