Jumat, 30 Desember 2016

wahai hati berkuatlah

Ketika engkau tersandung duka, menangislah sekencangnya tak usah engkau menahannya.
Ketika hatimu merasa sakit berteriaklah hingga hatimu tak bisa lagi berteriak...

Allah menguji dengan sebuah cobaan ataupun rintangan setiap hambanya dengan cara yang berbeda, mengikut kadar kemampuan seseorang itu, dan pada masa yang tepat. Mau ataupun tidak mau, kita akan menerima dan menghadapi nya diakan medatang. Siapkah kita untuk mempersoalkan kenapa kita diuji andai selama ini kita selalu memungkiri perintahNya yang diperintahkan kepada kita?

Amat baiknya Allah, dengan ujian yang hadir itu membuat kita lebih matang dan kuat untuk mendepani hari-hari yang mendatang.

Cobaan dan rintangan selalu ada tapi itu bukanlah alasan untuk berhenti maju kedepan meskipun

cobaan dan rintangan yang menghadang akan menyebabkan banyak kegagalan dan keputus asaan

Rasa takut itu adalah tantangan terkadang kita harus menyakinkan bahwa diri kita sanggup hanya untuk membuktikan bahwa kita juga bisa menjadi seperti yang kita inginkan.

Seandainya kita bisa memilih takdir, pasti tidak ada orang yang memilih memiliki takdir yang pedih namun apa daya yang bisa kita lakukan adalah berdoa dan memohon semoga kita selalu dimudahkan dalam hal apapun. Jangan menyerah ketika cobaan datang menghampiri. Mungkin sakit, mungkin luka dan terkadang kita merasa tidak punya harapan hidup dengan cobaan yang datang .
 
wahai hati,
semoga kau tabah dan kuat
bukan untuk hari ini saja
tapi untuk setiap harinya

Bertahanlah wahai hati
segala takdir
Terimalah dengan hati terbuka

wahai hati......

capeknya dirimu menghadapi segala permasalahanya yg engkau temui disekitarmu, itulah yg terus mengajarkanmu untuk dapat memahami sekelilingmu dengan lebih baik lagi. dikananmu ada orang-orang yg engkau sayangi. didepanmu ada orang-orang  yg engkau hormati. dikirimu ada orang-orang yg engkau senantiasa bercengkerama dengan yg lain. di belakangmu ada orang-orang yg selalu mendukungmu dalam doanya meski kau tak pernah tau

bersabarlah wahai hati... bukankahh indahnya pelangi itu, baru kita rasakan setelah turunnya hujan??

wahai hati........

tetaplah istiqamah..
walaupun itu berat bagimu..
percayalah kau mampu menjalaninya
asalkan  kau selalu menyertai allah dalam segala bentuk hal.......

Senin, 31 Oktober 2016

karena cinta tau kemana dia harus pulang

Aku ingin yakin, bahwa kemanapun cinta itu pergi, dia akan kembali lagi ke rumahnya walau dengan segala perubahan yang ada. Bahwa kemanapun cinta itu pergi, dia akan kembali kepada orang yang selama ini selalu ada dan selalu berusaha membuatnya nyaman, seperti rumahnya.
Bahwa kemanapun cinta itu pergi,
cepat atau lambat dia akan menghentikan pencarian dan berlabuh pada dermaga yang sebenarnya selalu menantikan kepulangannya, seperti rumahnya.

Tapi cinta selalu berkata apa yang dia inginkan. Kembalilah. Aku percaya, “ sesuatu yang sudah kita buang,kita tinggalkan, jauh. Tapi dia datang kembali. Maka itu cinta sejati.” Aku sudah berjalan berbalik arah sampai jauh sekali dari titik kamu melepaskanku.
Tapi kamu berbalik berlari kearahku memanggil namaku dan mengingatkanku akan kenangan kita yang lalu yang indah.
Aku bisa apa? Tetap menunduk pura-pura tak mendengar padahal ingin rasanya berteriak, aku merindukanmu, masih mencintaimu.  Itu berat sekali. Entah apapun, aku sudah tak peduli. Aku melepaskan semuanya semua perasaan yang menahanku untuk kembali padamu, aku memberontak pada diriku sendiri.

Sang cinta sedang singgah untuk sekedar berehat sejenak kini. Meski terpisah jauh saat ini, hati kecil pelan berbisik kembalilah ketika kau siap. Mungkin keegoisan dan kegengsian kitalah yang menjadi dinding tinggi, membatasi segala rasa berkata tidak tapi nyatanya iya.
Kata 'iya' seperti emas di antara kita, saling mencinta tapi tidak untuk bersama. Kadang aku pun lelah lalu menyerah, situasi ini penjebak asa ku, kadang relung hati terdalam sengaja mengungkit lagi nama itu dan hanya nama itu. Satu hal yang aku tau, mungkin sang cinta juga merinduku. Yang pasti, seperti yang aku dengar "Karena cinta tau kemana dia harus pulang. Karena cinta tau kemana dia akan pulang. Dan cinta tau dimana rumahnya."

karena mencintai tanpa butuh alasan


Seringkali kita mencintai seseorang namun kita selalu membutuhkan alasan...mengapa Kita mencintai dirinya...dan mengapa Dia mencintai kita..

 Semua hal yang terjadi di dunia ini, harus memiliki alasan. Seperti saat kita makan karena merasa lapar, menangis karena merasa sedih, dan tidur karena mengantuk. Begitu juga dengan jatuh cinta. Kita seharusnya punya alasan untuk mencintai

  mencintai itu rumit. Tidak mudah menjabarkannya dalam sebuah kalimat atau bisa dibilang mencintai itu belum memiliki definisi yang pasti. Semua orang mengerti mencintai tapi tidak mengerti makna dari mencintai. Ada yang bilang mencintai itu pengorbanan namun belum ada yang berkata mencintai adalah pengorbanan. Ada yang bilang mencintai itu melihat dia yang kita cintai bahagia namun belum ada yang berkata bahwa mencintai adalah bahagia.

 Semua hal tadi akan memberi gambaran ke kamu kalau mencintai tanpa alasan itu, adalah hal yang indah. Padahal sebenarnya, mencintai tanpa alasan itu justru lebih mengarah ke tindakan yang ceroboh. Bagaimana bisa kita punya alasan untuk hal-hal seperti makan, menangis dan tidur, sedangkan untuk hal yang sepenting mencintai, malah kita tidak punya?

 mencintai tanpa alasan adalah cinta tanpa syarat, cinta yang akan tetap bertahan meskipun telah terjadi perubahan. cinta tanpa butuh alasan bukan cinta buta. cinta ini benar-benar mengenal secara mendalam orang yang dicintainya meskipun tak bisa kalau harus menjelaskan alasannya.  mereka pun lebih tau akan kekurangan dan kelebihan masing-masing . bahkan mereka menyadari resiko paling buruk sekalipun dari suatu hubungannya mereka kelak.  tetapi mereka tetap berusaha sepenuh hati menjalaninya dan berusaha mempertahankan cinta nya itu. 

cinta tanpa alasan adalah cinta tanpa syarat. yaitu cinta yang akan tetap bertahan meskipun telah terjadi perubahan. cinta tanpa alasan bukan cinta buta. Cinta ini benar-benar mengenal secara mendalam orang yang dicintainya meskipun tak bisa kalo harus menjelaskan alasannya,mereka tau akan kekurangan dan kelebihan pasangannya masing-masing,bahkan mereka menyadari resiko paling buruk sekalipun dari hubungan itu,tapi mereka akan tetap berusaha sepenuh hati menjalaninya dan berusaha mempertahankan cinta itu sebisa mungkin"bagi mereka cinta adalah seni menghidupkan hidup" pertengkaran dan perselisihan yang mungkin terjadi hanyalah ujian kecil yang bisa menjadikan mereka lebih kuat.

Read More: http://winduaguss.blogspot.co.id/2013/06/cinta-yang-sesungguhnya-adalah-cinta.html
Sumber....http://winduaguss.blogspot.com/..
Sulit memang mendefinisikan makna mencintai. Rasanya seperti sudah di ujung lidah namun tidak terucap. Bahkan kita tak mengerti apa yang akan kita utarakan. Katanya, mencintai itu tidak membutuhkan alasan karena suatu saat ketika alasan itu menghilang atau berubah, begitu juga rasa mecintai yang kamu miliki.

mengapa orang lama, selalu tergantikan oleh orang baru

 

Yaa, 
dulu kita tak sejauh ini. 
Tak sejauh ini. Bukan berarti dulu kita sangat dekat,
tapi setidaknya kita selalu bertegur sapa setiap harinya.

Aku mulai menerka nerka, mungkin kamu sudah menemukan teman yang baru. Teman yang lebih membuatmu nyaman dibanding diriku. Bukan, aku bukan ingin memintamu untuk selalu ada buatku. Tapi aku hanya ingin kamu mengingatku.
Apa kabar kamu yang dulu pernah bilang aku orang yang asik ketika kamu ajak berbincang? Sudah dapatkah pengganti berbicangmu sekarang? Sepertinya sudah.
Mungkin kita sekarang jarang bertegur sapa, tapi bukan berarti aku hanya diam tak memperhatikanmu.

  Aku juga sering melihatmu mencari cari orang yang mungkin kini menggantikanku. Dulu kamu sering melihat kearahku. Tapi sekarang tidak. Bahkan Menyapaku saja tak pernah.
Dulu kita pernah seperti ini, merasa saling menghindar ketika kamu tau bagaimana perasaanku kepadamu. kini mulai jauh menjauhiku.

Aku kadang iri melihatmu asik berbincang dengan orang baru. Yaa, aku hanya mengingat ingat dulu kita pernah begitu.
Aku memang tak pernah tau, kamu lebih dulu mengenalnya atau lebih dulu mengenalku.

saat canda tawa berubah menjadi air mata, dan saat waktu bersama berubah saat yang membosankan dan canggung. jalanin sampai tidak bisa lagi untuk dijalani.

Mengapa Harus Ada Pertemuan? Kalau Ada Perpisahan

Selain Tuhan menciptakan manusia saling berpasang-pasangan, Tuhan juga menciptakan sesuatu di dunia ini saling berlawananan. Ada bumi ada langit, ada tinggi ada rendah, ada pertemuan ada perpisahan, dan masih banyak lagi tentunya.
Well, mengapa Tuhan menciptakan pertemuan kalo harus ada perpisahan, karena ada yang bilang perpisahan itu sangat menyakitkan. Tapi, kalo menurut gue nggak juga sih karena Tuhan pasti akan menciptakan sesuatu yang sangat bermanfaat banget bagi makhluknya seperti nyamuk yang kita anggap nggak ada manfaatnya

  "Kenapa ada sang Hitam bila Putih Menyenangkan"... yah sejenis lah sama judul di atas. kadang sebagai manusia biasa, pasti kita sering protes dengan keadaan, kenapa sih yaa allah harus ada pertemuan kalo akhirnya akan ada perpisahan, kenapa mesti ada perkenalan kalau akhirnya akan ada pertengkaran, kenapa harus ada rasa sayang tapi akhirnya hanya bermusuhan. Yahhh, namanya juga hidup kawan, Ada suka Ada duka, Ada Lapang Ada sempit, Ada sehat Ada Sakit, dan Ada Hidup Ada pula Mati.
Yang perlu kita yakini di dunia ini adalah, semua yang di lalui pasti ada maksud baik yang Allah beri kepada kita, Yaa Ada hikmah dibalik semua kejadian, misalnya kita lebih Bersyukur, Lebih tegar, sebagi jalan Pendewasaan diri

 Terkadang, banyak pertanyaan di dalam otak kita yang ingin dikeluarkan, tapi sangat susah untuk di utarakan. Banyak faktor yang kita fikirkan yang akhirnya hanya mengendapkan semua pertanyaan tersebut dan berusaha untuk dilupakan. Emmm, kita sering takut akan perpisahan, karena sudah terbiasa dengan keadaan yang tiap hari kita jalani. dan suuzon dengan keadaan baru ada di depan.

 pertemuan dianggap sebagai sebuah anugerah dan awal dari sebuah kebahagian,, pada saat itu tidak dalam pikiran kita bahwa akan ada kata perpisahan yang sudah dianggap sebagai kata yang negatif atau suatu hal yang menimbulkan rasa perih dalam hati, karena pada dasarnya manusia akan merasa sedih ketika dia harus berpisah dengan sesuatu atau orang yang dia sayangi.
Bagiku perpisahan itu suatu hal yang kemungkinan besar terjadi dalam kehidupan ini. tidak mungkin kehidupan ini ada pertemuan tetapi tidak ada perpisahan, apakah itu dalam jangka waktu yang lama atau tidak. Yang menjadi tanda tanya besar dalam pikiran kita pastinya “ Mengapa harus ada pertemuan kalau pada akhirnya akan ada perpisahan itu ??”.
 
Sedangkan pada sisi lainnya kita tidak ingin adanya kata – kata perpisahan. Perpisahan itu tidak selamanya menjadi hal yang menyedihkan dan meninggalkan rasa perih, selama dalam hati kita selalu ada rasa syukur atas pertemuan yang telah terjadi bersamanya, dan diberikan kesempatan untuk kita bisa kenal bahkan dekat sehingga ada rasa yang indah di hati,, selama itu pula kita akan merasa perpisahan itu tidak akan menjadi suatu penyesalan . waktu itu berputar tanpa henti, setiap pribadi kita mempunyai takdir masing – masing, bila Allah telah berkehendak,, pertemuan akan terjadi lagi dengan suatu harapan yang indah nanti di pertemuaan itu.
Perpisahan itu bagiku, mengajarkan ku untuk bisa bersyukur dalam hidup ini. ketika ku ditakdirkan berpisah dengan orang yang ku sayangi, di saat itu lah ku merasakan betapa berharganya dia dalam hatiku, dan ketika itu juga ku bersyukur atas anugerah yang diberikan kepada sebelum perpisahan itu terjadi ku bisa merasa pertemuan yang indah dan juga diberikan perasaan yang indah pula yang ku letakkan pada orang yang begitu indah mataku dengan berbagai kekurangan dan kelebihan, walaupun ku mengetahui akan ada perpisahan yang akan membuatku sedih.
Dan Pertemuan bagiku,, mengajarkan untuk belajar dan bisa melihat apa maksud dari pertemuan itu dan apa yang akan terjadi setelah pertemuaan itu,, apa yang akan ku jalani setelah pertemuan itu terjadi, bahkan mungkin dengan orang ku benci sekali pun,,,

  Tidak ada yang perlu disesali dari pertemuan ,, dan tak ada yang perlu disedihkan dari sebuah perpisahan., karena semua sudah ada yang mengaturnya, semua ada hikmah dan tujuannya, hanya saja bagaiman kita menghadapi dan menyikapi dari keduanya,, karena tidak mungkin dalam kehidupan itu tidak ada yang nama pertemuaan,, dan bahkan tidak ada pertemuan yang tidak ada perpisahan walaupun hanya dalam jangka waktu sekejap mata dengan jarak sejauh mata ini memandang ”


*ketika hati ingin berbicara*

Menjadi Kerikil kecil diantara batu-batu besar

Seperti kerikil kecil yang membuatku terpeleset, tapi aku tidak jatuh, aku tetap bisa berdiri kuat. 
ada kalanya manusia di berikan ujian kecil yg sama... ada kerikil kecil yg cukup mengganggu...
dan kerikil kecil itu harus kita syukuri... karna Allah hanya memberikan kerikil kecil bukan bongkahan batu yg membuat kita jatuh.

 Terkadang dalam hidup ini kita sering melalui masa masa yang sulit.sering kali diantara kita hingga terjatuh dlm melaluinya. kesulitan sebenarnya hanya bungkus dari sebuah kebahagiaan. Tak ada kebahagiaan yg tanpa melalui kesulitan. ibarat seorang mau naik kelas maka ia harus mengikuti serangkaian ujian. kesulitan hidup adalah ujian dlm kehidupan.

menjadi kerikil kecil yang kuat. Ya, ubah mind set kamu. Sebuah cobaan sering kali dianggap sebagai sebuah musibah kan? Nah kata "musibah" itu yang harus kamu ganti. Kenapa?  kata musibah itu terkesan terlalu negatif sehingga membuat kita merasa jatuh. Akan lebih baik kalo kita ganti sebagai kata "ujian"., pada dasarnya sebuah cobaan dijatuhkan pada kita tentu ada tujuannya. Coba kita analogikan atau kita lakukan perumpamaan tentang cobaan ini. Kamu dianalogikan sebagai sebuah bola. Sebelum dipasarkan atau dijual, pastilah sang pencipta menginginkan "produk" yang dibuatnya itu berkualitas baik. Semakin baik kualitasnya, semakin "mahal" pula harganya.

 Dan untuk mendapatkan bola kualitas terbaik itu pastinya akan dilakukan serangkaian percobaan. Iya kan? Produk itu bakal ditendang, atau apa saja untuk menguji kualitasnya. Nah seperti itulah kira-kira kita saat sedang menghadapi cobaan.

 Allah menguji seseorang itu kerna Allah SWT mempunyai rahasianya tersendiri, sama ada Allah hendak tambah iman kita atau hendak uji sejauh mana keimanan kita.

Lantas apa pelajaran kehidupan yang dapat dipetik dari kerikil kecil? 

Seperti halnya kerikil kecil, untuk menjadi orang yang berguna dan memberi manfaat bagi banyak orang maka kehidupan yang kita jalani pun harus melalui proses perjalanan yang panjang. Dalam perjalanan tersebut sudah pasti kita akan menemui banyak rintangan dan ujian yang tidak ringan. Tapi yakinlah seberat apapun ujian kehidupan yang kita terima, Tuhan tidak pernah menguji hamba-hambanya di luar batas kemampuan. 

Justru ujian yang berat dan datang silih berganti akan menempa kita menjadi orang yang kuat. Ujian adalah bagian proses kehidupan yang harus kita lalui untuk menjadi orang yang lebih bermutu. Bukan orang yang hanya biasa-biasa saja. Semakin kuat kita menghadapi ujian maka kunci kehidupan yang lebih bermakna telah kita dapatkan.

 Lihatlah kerikil kecil tersebut. Sebelum menjadi batuan besar yang mampu memberi manfaat bagi manusia, dia mengalami proses yang panjang. Dicangkul, diinjak-injak, dijemur dalam terik matahari hingga berhari-hari dan menjadi sebuah proses pelapukan .

 Semua proses yang dijalani kericil kecil tersebut bertujuan agar menjadi batu bata merah yang kokoh dan kuat bukan batu bata yang mudah pecah dan tercerai berai. Dan untuk mendapatkan kerikil kecil yang kokoh dan kuat prosesnya harus dijalani hingga paripurna. 

Tidak boleh berhenti dan putus di tengah jalan. Begitu juga dengan kita manusia. Tidak boleh putus asa dan menyerah di tengah jalan dalam menghadapi semua ujian hidup. Jika manusia tidak pernah diuji, lalu bagaimana seseorang bisa merasakan kesakitan dan kesabaran. 

Jika setiap keinginan kita dengan mudah bisa terpenuhi tanpa usaha, lalu darimana kita belajar yang namanya ikhtiar, kerja keras, kerja cerdas dan kerja ikhlas. Tanpa adanya cobaan hidup, lalu darimana kita akan belajar tentang kesabaran. Untuk mendaki sebuah puncak saja dibutuhkan ekstra tenaga agar sampai di tujuan.
Lantas apa pelajaran kehidupan yang dapat dipetik dari batu bata merah tersebut? Seperti halnya batu bata merah, untuk menjadi orang yang berguna dan memberi manfaat bagi banyak orang maka kehidupan yang kita jalani pun harus melalui proses perjalanan yang panjang. Dalam perjalanan tersebut sudah pasti kita akan menemui banyak rintangan dan ujian yang tidak ringan. Tapi yakinlah seberat apapun ujian kehidupan yang kita terima, Tuhan tidak pernah menguji hamba-hambanya di luar batas kemampuan. Justru ujian yang berat dan datang silih berganti akan menempa kita menjadi orang yang kuat. Ujian adalah bagian proses kehidupan yang harus kita lalui untuk menjadi orang yang lebih bermutu. Bukan orang yang hanya biasa-biasa saja. Semakin kuat kita menghadapi ujian maka kunci kehidupan yang lebih bermakna telah kita dapatkan. Lihatlah batu merah tersebut. Sebelum menjadi batu bata merah yang mampu member manfaat bagi manusia, dia mengalami proses yang panjang. Dicangkul, diinjak-injak, direndam dalam air, dicetak, dijemur dalam terik matahari hingga berhari-hari lalu dibersihkan dengan golok yang tajam dan terakhir di bakar hingga ribuan derajat. Semua proses yang dijalani batu bata merah tersebut bertujuan agar menjadi batu bata merah yang kokoh dan kuat bukan batu bata yang mudah pecah dan tercerai berai. Dan untuk mendapatkan batu bata merah yang kokoh dan kuat prosesnya harus dijalani hingga paripurna. Tidak boleh berhenti dan putus di tengah jalan. Begitu juga dengan kita manusia. Tidak boleh putus asa dan menyerah di tengah jalan dalam menghadapi semua ujian hidup. Jika manusia tidak pernah diuji, lalu bagaimana seseorang bisa merasakan kesakitan dan kesabaran. Jika setiap keinginan kita dengan mudah bisa terpenuhi tanpa usaha, lalu darimana kita belajar yang namanya ikhtiar, kerja keras, kerja cerdas dan kerja ikhlas. Tanpa adanya cobaan hidup, lalu darimana kita akan belajar tentang kesabaran. Untuk mendaki sebuah puncak saja dibutuhkan ekstra tenaga agar sampai di tujuan.

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/kenhirai/belajar-kehidupan-dari-batu-bata-merah_552e07096ea834c5218b45a2

Allah timpakan ujian supaya kita bersabar,  Allah tahu kita kuat dalam menghadapi ujianNya jadi Allah berikan ujian itu ke atas diri kita. Di sini kita dapat lihat betapa sayang dan kasihnya Allah kepada kita.

Kita diberi cobaan untuk memperingatkan kita agar memperbaiki kesalahan dalam diri kita, untuk bisa menjadi pribadi yang lebih baik tentunya.

                                                   "Kita perlu tahu selepas ujian itu selesai, satu lagi
                                                   ujian akan datang, maka bersedialah dalam menghadapi 
                                                  ujian  yang seterusnya. Untung bagi mereka yang selalu diberi
                                                 ujian tanda Allah swt sayang padanya."
 
Untuk menjadi kerikil kecil kuat diantara batuan yang besar,  Tapi itulah proses hidup yang harus kita lalui. Ketika kita mampu bersabar lalu bertawakkal atas ujian dan cobaan tersebut maka sesungguhnya kehidupan yang lebih baik sedang menunggu kita di depan sana. 

Tapi itulah proses hidup yang harus kita lalui. Ketika kita mampu bersabar lalu bertawakkal atas ujian dan cobaan tersebut maka sesungguhnya kehidupan yang lebih baik sedang menunggu kita di depan sana. Jangan pernah menyerah untuk meraih masa depan dan kehidupan yang lebih baik. Semoga kesuksesan segera menghampiri kita semua.

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/kenhirai/belajar-kehidupan-dari-batu-bata-merah_552e07096ea834c5218b45a2

Kamis, 13 Oktober 2016

"karena allah punya rencana yang lebih indah"


            assalamualaikum, tidak terasa sudah 1,5 tahun atau bahkan sudah 3 semester ku dudukin bangku di suatu uiversitas negeri jurusan s1 akuntansi. memang berat bagiku menjalani semakin hari semakin besar beban punggungku. beban punggung yg harus mencetak gol sebuah prestasi atau keberhasilan di alamamaterku ini  sebagai sarjana ekonomi yg akan ku sembahkan kepada kedua orangtua ku dan serta keluarga besarku nanti pada 3 tahun mendatang dengan aku yg memakai topi toga dan memakai baju wisuda yang akan didampingin kedua orang tuaku serta keluarga besarkanku atas umur panjang, kesehatan dan seizin kesempatan yg allah berikan kelak nanti.

                 kembali lagi mengingat saat 1 tahun yg lalu saat aku mendudukin bangku SMA yang sedang menunggu berbagai kelulusan test yang di ikutin memang sakit rasanya apalagi semua pengumuman kelulusan yg ku tunggu tak sesuai harapan ku saat itu. saat pengumuman SNMPTN, memang sakit rasanya bagi aku yang tidak diterima di universitas yg ku ingin kan di jawa tengah, dimana universitas negeri yang kita berlima untuk bisa menjadi satu di universitas tersebut. saat dimana teman-temanku yg berbeda sekolah mereka-mereka justru diterima di universitas yg kita impikan, seminggu sebelum pengumuman tersebut aku dan 4 orang temanku kumpul dengan silaturahmi kami menjalankan ibadah bersama, solat sunnah bareng, itikaf bareng, puasa nazar bersama, bahkan mengunjungin panti sosial bersama untuk membantu memberiikan doa untuk kami berlima bisa masuk di satu universitas tersebut. tapi nyatanya, allah lebih sayang dan lebih percaya kepada ke empat teman-temanku yg sekarang mereka sudah mendapatkan universitas impiannya tersebut. tak berakhir disitu saja perjuanganku, aku pun bangkit akupun kembali mengikuti berbagai seleksi-seleksi perguruan negeri tinggi yang lain saat itu aku kembali mendaftar universitas yg sama dengan impianku dan teman-temanku yg dulu saat snmptn. tetapi, pada akhirnya allah belum memberikan izin untuk bisa bersatu dengan teman-temanku.

            memang sakit saat itu, karna apa. kami pun dari mulai SMA sudah bareng-bareng dari mulai tak kenal tak bertegur sapa tak menjadi saudara justru kami malah terbalik akan semua itu selang beberapa waktu kami mulai bertegur sapa kami mulai saling kenal satu sama lain dan kami akhirnya membanun sebuah rasa cinta kekeluargaan dan pertemanan yang begitu amat dekat dan harmonis saat mengikutin berbagai try-out bareng, simulasi ujian nasional bareng, konsultasi berbagai kesulitan-kesulitan yang ada di salah satu mata pelajaran, berbagai simulasi test/try-out bareng hingga mengikuti bimbingan belajar kami sudah bareng-bareng bersama dan dengan gampangnya allah membalikan rencana kami yg tak disangka-sangka. lalu??? bisa apa kami? kami ingin marah dengannya? kami ingin kecewa dengannya? kami ingin caci maki tidak adil dengannya? YA... tidak semudah itu. akhirnyaa, pada seketika saat seleksi bersama aku pun mengikutinya dan alhamdulilah........... kembali lagi mendapatkan ketidak beruntungan bagi saya untuk tidak bisa satu universitas dengan sahabat-sahabat saya yg ada di jawatengah tersebut. Ya disitu saya tidak tahu harus apa lagi, karena saya tidak lagi mendapatkan kampus impian kami berlima dan bahkan saya justru mendapatkan universitas negeri yg jauh dari dugaan saya yg jauh dari bukan yg saya impikan selama ini.  lalu.........sahabat-sahabatku pun saat itu sempat kecewa dan marah kepada saya "mengapa saya tidak bisa satu universitas dengan mereka?" tapi saat itu teman-temanku telah menerima semua rencana allah yg diberikan ke pada aku, dan teman-temanku sudah mulai menerima kelapangan dada ikhlas untuk kami tidak satu universitas bersama. Hal yang membuatku tidak kuat adalah ku telah mengecewakan kedua orang tua tidak mendapatkan sebuah "almamater biru dongker dengan jurusan akuntansi" keempat teman-temanku menyikapi ini dengan mengungkit semangatku kembali. “Gak apa kita bisa berteman walaupun beda universitas, jalan ke Roma masih panjang.." Sedih? Ya. Menyesal? bisa jadi, karena mungkin kurang berusaha.

Ya, ku harap dengan semua rencana allah yg sudah di atur serapih ini aku bisa lebih bersyukur apa yg sudah hadiah diberikan kepada allah di tanggal ulang tahunkun yakni 6 mei 2015 yang alhamdulilah lulus di salah satu universitas negeri dengan gelar ekonomi yg selama ini cita-citaku untuk bisa berkuliah di fakultas ekonomi walaupun tidak menjadi sarjana ekonomi di jawatengah sana dan satu universitas dengan para kawan-kawanku tersebut. akupun lebih mensyukurin atas nikmat allah ini yg beliau berikan. semoga bisa menjadi sarjana ekonomi yg lulus tepat waktu. amin

untukmu, wahai sahabatku maaf kan aku yg tidak bisa menepatkan janji kami yang saat itu h-1 ujian nasional kami berjanji untuk bisa bareng satu universitas. tapi tak apa sahabat, ini takdir allah yg sangat indah. mungkin dengan seperti ini adalah jalan satu-satunya untuk kita sukses di bidangnya masing-masing (hukum,komunikasi,manajemen,hubungan internasional) dan kita lulus dengan 4 tahun memakai toga dan baju wisuda dengan berfoto bersama saat 3 tahun kelak nanti.

Lagi-lagi inilah hidup…..ternyata tak selalu sejalan dengan apa yang kita inginkan. Seperti kisah yang entah harus bagaimana cara mengungkapkannya, semua begitu rumit bagiku.

Sesuatu yang menurutmu baik untukmu, belum tentu baik menurut Allah untukmu. Dan sesuatu yang menurutmu buruk bagimu, belum tentu buruk menurut Allah bagimu”. Bagi seorang manusia, keberhasilan adalah suatu kondisi yang selalu ingin dicapai. Tidak ada satupun manusia yang ingin terpuruk dalam kegagalan terus-menerus. Bagi mereka yang mau dan mampu untuk meraihnya, keberhasilan itu akan dapat diraih atas izin Allah SWT.

 Satu hal yang perlu kita ingat, tidak selamanya kegagalan itu menandakan ketidakmampuan kita untuk mencapai suatu tujuan. Sebab kegagalan itu adalah proses atau sebuah jalan panjang menuju titik kejayaan. Kita mungkin sering mendengar kata-kata mutiara Kegagalan adalah awal dari keberhasilan

Keberhasilan hanya dapat diraih melalui dua cara, yaitu ikhtiar dan tawakkal. Segala upaya dan kerja keras kita dalam mewujudkan tujuan dan mimpi yang ingin kita raih merupakan ikhtiar. Namun bagaimanapun juga, manusia tetap saja seorang makhluk yang tidak memiliki kekuatan apa-apa. Untuk itulah, selain melakukan ikhtiar, kita harus tawakkal kepada Allah dengan memperbanyak ibadah dan do’a agar setiap ikhtiar yang kita lakukan mendapat berkah dan dimudahkan oleh Allah.

Banyak orang yang telah bekerja keras siang dan malam, bahkan sampai menghabiskan sebagian besar waktu, tenaga, bahkan hartanya hanya untuk meraih impiannya, pada akhirnya harus mengalami kegagalan yang pahit. Inilah akibatnya jika kita melupakan Allah dalam setiap ikhtiar/ usaha kita. Kita terkadang merasa pede dengan kemampuan kita sendiri, bahkan sampai menganggap bahwa keberhasilan yang selama ini diraih adalah hasil jerih payahnya sendiri. Dia lupa bahwa yang memberikan segala kenikmatan itu adalah Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kaya.

Ikhtiar dan tawakkal hanyalah sebuah sarana kita untuk mencapai tujuan kita. Segala sesuatunya hanya berhak ditentukan oleh Allah saja. Artinya, tujuan atau mimpi yang ingin kita capai belum tentu akan kita raih, sekalipun telah melakukan ikhtiar dan tawakkal yang banyak. Kenapa demikian? Apakah Allah murka pada kita?

Ternyata Allah sangat sayang kepada kita. Allah itu Maha Mengetahui segalanya. Termasuk segala sesuatu yang kita butuhkan, Allah lebih tahu daripada kita sendiri. Karena, segala sesuatu yang kita inginkan, segala sesuatu yang menurut kita baik, ternyata belum tentu baik menurut Allah. Misalnya, "kita" ingin hidup kaya dan tentram. "kita" setiap hari berikhtiar dan bertawakkal agar Allah memberikannya kekayaan kepada "kita". Namun pada akhirnya "kita" tetap saja hidup miskin. Bukan berarti Allah murka kepada "kita", lantas tidak memberikan kekayaan pada "kita". Tapi Allah tahu, jika "kita" menjadi orang kaya yang bergelimangan harta, "kita"  akan menjadi kufur dan jauh dari Allah. Oleh karena itulah, Allah tidak mengubah nasibnya agar ia lebih dekat lagi kepada Allah.

 Ketika usaha dan do’a kita tidak dikabulkan oleh Allah, itu berarti Allah mempunya rencana lain yang jauh lebih indah daripada rencana yang kita buat.

Ketika rasa rindu ini datang





Mengapa ada rindu ketika yang hadir hanya sebuah hembusan angin? 
Mengapa ada rindu ketika dia yang dirindukan tidak memeluk kerinduan yang ada? 
Mengapa ada rindu ketika asa memiliki tak jua tercapai?

Semua orang yang pernah jatuh cinta biasanya merasakan rindu. Rindu itu datang tidak tentu, tetapi selalu hadir menghampiri tanpa permisi dan tiba tiba. 
 Lalu seperti apa rasanya rindu itu ?
Aku tidak pernah menemukan rumusnya.
Tetapi bagiku rasa rindu itu kadang berasa getaran dalam hati dari yang kecil sampai membesar seperti gempat bumi dalam hati, kadang sampai terasa menyakitkan tergantung dari berapa lama rasa rindu itu terpendam dan tak terungkapkan serta tidak mendapatkan apa yang dirindukan.

 Kadang aku terlihat seperti orang gila yang tertawa dengan sendirinya ketika membaca pesan singkat yang masih aku simpan. Gila memang ketika aku tertawa sendiri hanya karena pesan singkat yang entah kapan kau kirimkan itu.
Rasa rindu memang sangat menyiksaku. 
Aku tersiksa dengan rindu yang aku buat sendiri. 
Aku tak pernah meminta rasa rindu ini datang. 
Tapi rasa rindu ini yang dengan sengaja datang dan membuat dada ini sesak.
Salah siapa kalau semua ini terjadi? 
Salahku kah? 
Atau memang salah mu karena kau memberikan kenangan - kenangan yang tak bisa aku lupakan?
Bukan, ini bukan salahmu. Bukan juga salahku. Hati ini yang terlalu bersikap berlebihan. Yaa, mungkin karena memang semua yang ada didirimu itu selalu membuatku rindu. 

Sampai kapan rindu akan selalu datang ?
Hanya Tuhan yang tau sampai kapan rindu itu akan selalu menyapa. Mungkin saja saat dia selalu berasamaku setiap saat suatu saat nanti maka rindu itu tidak akan pernah muncul kembali. Terganti dengan rasa lain yang indah dan menyenangkan