assalamualaikum, tidak terasa sudah 1,5 tahun atau bahkan
sudah 3 semester ku dudukin bangku di suatu uiversitas negeri jurusan s1
akuntansi. memang berat bagiku menjalani semakin hari semakin besar
beban punggungku. beban punggung yg harus mencetak gol sebuah prestasi
atau keberhasilan di alamamaterku ini sebagai sarjana ekonomi yg akan
ku sembahkan kepada kedua orangtua ku dan serta keluarga besarku nanti
pada 3 tahun mendatang dengan aku yg memakai topi toga dan memakai baju
wisuda yang akan didampingin kedua orang tuaku serta keluarga besarkanku
atas umur panjang, kesehatan dan seizin kesempatan yg allah berikan
kelak nanti.
kembali lagi mengingat saat 1 tahun yg lalu saat aku
mendudukin bangku SMA yang sedang menunggu berbagai kelulusan test yang
di ikutin memang sakit rasanya apalagi semua pengumuman kelulusan yg ku
tunggu tak sesuai harapan ku saat itu. saat pengumuman SNMPTN, memang
sakit rasanya bagi aku yang tidak diterima di universitas yg ku ingin
kan di jawa tengah, dimana universitas negeri yang kita berlima untuk
bisa menjadi satu di universitas tersebut. saat dimana teman-temanku yg
berbeda sekolah mereka-mereka justru diterima di universitas yg kita
impikan, seminggu sebelum pengumuman tersebut aku dan 4 orang temanku
kumpul dengan silaturahmi kami menjalankan ibadah bersama, solat sunnah
bareng, itikaf bareng, puasa nazar bersama, bahkan mengunjungin panti
sosial bersama untuk membantu memberiikan doa untuk kami berlima bisa
masuk di satu universitas tersebut. tapi nyatanya, allah lebih sayang
dan lebih percaya kepada ke empat teman-temanku yg sekarang mereka sudah
mendapatkan universitas impiannya tersebut. tak berakhir disitu saja
perjuanganku, aku pun bangkit akupun kembali mengikuti berbagai
seleksi-seleksi perguruan negeri tinggi yang lain saat itu aku kembali
mendaftar universitas yg sama dengan impianku dan teman-temanku yg dulu
saat snmptn. tetapi, pada akhirnya allah belum memberikan izin untuk
bisa bersatu dengan teman-temanku.
memang sakit saat itu, karna apa. kami pun dari mulai SMA
sudah bareng-bareng dari mulai tak kenal tak bertegur sapa tak menjadi
saudara justru kami malah terbalik akan semua itu selang beberapa waktu
kami mulai bertegur sapa kami mulai saling kenal satu sama lain dan kami
akhirnya membanun sebuah rasa cinta kekeluargaan dan pertemanan yang
begitu amat dekat dan harmonis saat mengikutin berbagai try-out bareng,
simulasi ujian nasional bareng, konsultasi berbagai kesulitan-kesulitan
yang ada di salah satu mata pelajaran, berbagai simulasi test/try-out
bareng hingga mengikuti bimbingan belajar kami sudah bareng-bareng
bersama dan dengan gampangnya allah membalikan rencana kami yg tak
disangka-sangka. lalu??? bisa apa kami? kami ingin marah dengannya? kami
ingin kecewa dengannya? kami ingin caci maki tidak adil dengannya?
YA... tidak semudah itu. akhirnyaa, pada seketika saat seleksi bersama
aku pun mengikutinya dan alhamdulilah........... kembali lagi
mendapatkan ketidak beruntungan bagi saya untuk tidak bisa satu
universitas dengan sahabat-sahabat saya yg ada di jawatengah tersebut.
Ya disitu saya tidak tahu harus apa lagi, karena saya tidak lagi
mendapatkan kampus impian kami berlima dan bahkan saya justru
mendapatkan universitas negeri yg jauh dari dugaan saya yg jauh dari
bukan yg saya impikan selama ini. lalu.........sahabat-sahabatku pun
saat itu sempat kecewa dan marah kepada saya "mengapa saya tidak bisa
satu universitas dengan mereka?" tapi saat itu teman-temanku telah
menerima semua rencana allah yg diberikan ke pada aku, dan teman-temanku
sudah mulai menerima kelapangan dada ikhlas untuk kami tidak satu
universitas bersama. Hal yang membuatku tidak kuat adalah ku telah
mengecewakan kedua orang tua tidak mendapatkan sebuah "almamater biru
dongker dengan jurusan akuntansi" keempat teman-temanku menyikapi ini
dengan mengungkit semangatku kembali. “Gak apa kita bisa berteman walaupun beda universitas, jalan ke Roma masih panjang.."
Sedih? Ya. Menyesal? bisa jadi, karena mungkin kurang berusaha.
Ya, ku harap dengan semua rencana allah yg sudah di atur serapih ini aku
bisa lebih bersyukur apa yg sudah hadiah diberikan kepada allah di
tanggal ulang tahunkun yakni 6 mei 2015 yang alhamdulilah lulus di salah
satu universitas negeri dengan gelar ekonomi yg selama ini cita-citaku
untuk bisa berkuliah di fakultas ekonomi walaupun tidak menjadi sarjana
ekonomi di jawatengah sana dan satu universitas dengan para
kawan-kawanku tersebut. akupun lebih mensyukurin atas nikmat allah ini
yg beliau berikan. semoga bisa menjadi sarjana ekonomi yg lulus tepat
waktu. amin
untukmu, wahai sahabatku maaf kan aku yg tidak bisa menepatkan janji
kami yang saat itu h-1 ujian nasional kami berjanji untuk bisa bareng
satu universitas. tapi tak apa sahabat, ini takdir allah yg sangat
indah. mungkin dengan seperti ini adalah jalan satu-satunya untuk kita
sukses di bidangnya masing-masing (hukum,komunikasi,manajemen,hubungan
internasional) dan kita lulus dengan 4 tahun memakai toga dan baju
wisuda dengan berfoto bersama saat 3 tahun kelak nanti.
Lagi-lagi inilah hidup…..ternyata tak selalu sejalan dengan apa yang
kita inginkan. Seperti kisah yang entah harus bagaimana cara
mengungkapkannya, semua begitu rumit bagiku.
Sesuatu yang menurutmu baik untukmu, belum tentu baik menurut Allah
untukmu. Dan sesuatu yang menurutmu buruk bagimu, belum tentu buruk
menurut Allah bagimu”.
Bagi seorang manusia, keberhasilan adalah suatu kondisi yang selalu
ingin dicapai. Tidak ada satupun manusia yang ingin terpuruk dalam
kegagalan terus-menerus. Bagi mereka yang mau dan mampu untuk meraihnya,
keberhasilan itu akan dapat diraih atas izin Allah SWT.
Satu hal yang perlu kita ingat, tidak selamanya kegagalan itu menandakan
ketidakmampuan kita untuk mencapai suatu tujuan. Sebab kegagalan itu
adalah proses atau sebuah jalan panjang menuju titik kejayaan. Kita
mungkin sering mendengar kata-kata mutiara Kegagalan adalah awal dari
keberhasilan
Keberhasilan hanya dapat diraih melalui dua cara, yaitu ikhtiar dan
tawakkal. Segala upaya dan kerja keras kita dalam mewujudkan tujuan dan
mimpi yang ingin kita raih merupakan ikhtiar. Namun bagaimanapun juga,
manusia tetap saja seorang makhluk yang tidak memiliki kekuatan apa-apa.
Untuk itulah, selain melakukan ikhtiar, kita harus tawakkal kepada
Allah dengan memperbanyak ibadah dan do’a agar setiap ikhtiar yang kita
lakukan mendapat berkah dan dimudahkan oleh Allah.
Banyak orang yang telah bekerja keras siang dan malam, bahkan sampai
menghabiskan sebagian besar waktu, tenaga, bahkan hartanya hanya untuk
meraih impiannya, pada akhirnya harus mengalami kegagalan yang pahit.
Inilah akibatnya jika kita melupakan Allah dalam setiap ikhtiar/ usaha
kita. Kita terkadang merasa pede dengan kemampuan kita sendiri, bahkan
sampai menganggap bahwa keberhasilan yang selama ini diraih adalah hasil
jerih payahnya sendiri. Dia lupa bahwa yang memberikan segala
kenikmatan itu adalah Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kaya.
Ikhtiar dan tawakkal hanyalah sebuah sarana kita untuk
mencapai tujuan kita. Segala sesuatunya hanya berhak ditentukan oleh
Allah saja. Artinya, tujuan atau mimpi yang ingin kita capai belum tentu
akan kita raih, sekalipun telah melakukan ikhtiar dan tawakkal yang
banyak. Kenapa demikian? Apakah Allah murka pada kita?
Ternyata Allah sangat sayang kepada kita. Allah itu Maha Mengetahui
segalanya. Termasuk segala sesuatu yang kita butuhkan, Allah lebih tahu
daripada kita sendiri. Karena, segala sesuatu yang kita inginkan, segala
sesuatu yang menurut kita baik, ternyata belum tentu baik menurut
Allah. Misalnya, "kita" ingin hidup kaya dan tentram. "kita" setiap hari
berikhtiar dan bertawakkal agar Allah memberikannya kekayaan kepada "kita".
Namun pada akhirnya "kita" tetap saja hidup miskin. Bukan berarti Allah
murka kepada "kita", lantas tidak memberikan kekayaan pada "kita". Tapi
Allah tahu, jika "kita" menjadi orang kaya yang bergelimangan harta, "kita"
akan menjadi kufur dan jauh dari Allah. Oleh karena itulah, Allah tidak
mengubah nasibnya agar ia lebih dekat lagi kepada Allah.
Ketika usaha dan do’a kita tidak dikabulkan oleh Allah, itu berarti
Allah mempunya rencana lain yang jauh lebih indah daripada rencana yang
kita buat.