Kamis, 13 Oktober 2016

"karena allah punya rencana yang lebih indah"


            assalamualaikum, tidak terasa sudah 1,5 tahun atau bahkan sudah 3 semester ku dudukin bangku di suatu uiversitas negeri jurusan s1 akuntansi. memang berat bagiku menjalani semakin hari semakin besar beban punggungku. beban punggung yg harus mencetak gol sebuah prestasi atau keberhasilan di alamamaterku ini  sebagai sarjana ekonomi yg akan ku sembahkan kepada kedua orangtua ku dan serta keluarga besarku nanti pada 3 tahun mendatang dengan aku yg memakai topi toga dan memakai baju wisuda yang akan didampingin kedua orang tuaku serta keluarga besarkanku atas umur panjang, kesehatan dan seizin kesempatan yg allah berikan kelak nanti.

                 kembali lagi mengingat saat 1 tahun yg lalu saat aku mendudukin bangku SMA yang sedang menunggu berbagai kelulusan test yang di ikutin memang sakit rasanya apalagi semua pengumuman kelulusan yg ku tunggu tak sesuai harapan ku saat itu. saat pengumuman SNMPTN, memang sakit rasanya bagi aku yang tidak diterima di universitas yg ku ingin kan di jawa tengah, dimana universitas negeri yang kita berlima untuk bisa menjadi satu di universitas tersebut. saat dimana teman-temanku yg berbeda sekolah mereka-mereka justru diterima di universitas yg kita impikan, seminggu sebelum pengumuman tersebut aku dan 4 orang temanku kumpul dengan silaturahmi kami menjalankan ibadah bersama, solat sunnah bareng, itikaf bareng, puasa nazar bersama, bahkan mengunjungin panti sosial bersama untuk membantu memberiikan doa untuk kami berlima bisa masuk di satu universitas tersebut. tapi nyatanya, allah lebih sayang dan lebih percaya kepada ke empat teman-temanku yg sekarang mereka sudah mendapatkan universitas impiannya tersebut. tak berakhir disitu saja perjuanganku, aku pun bangkit akupun kembali mengikuti berbagai seleksi-seleksi perguruan negeri tinggi yang lain saat itu aku kembali mendaftar universitas yg sama dengan impianku dan teman-temanku yg dulu saat snmptn. tetapi, pada akhirnya allah belum memberikan izin untuk bisa bersatu dengan teman-temanku.

            memang sakit saat itu, karna apa. kami pun dari mulai SMA sudah bareng-bareng dari mulai tak kenal tak bertegur sapa tak menjadi saudara justru kami malah terbalik akan semua itu selang beberapa waktu kami mulai bertegur sapa kami mulai saling kenal satu sama lain dan kami akhirnya membanun sebuah rasa cinta kekeluargaan dan pertemanan yang begitu amat dekat dan harmonis saat mengikutin berbagai try-out bareng, simulasi ujian nasional bareng, konsultasi berbagai kesulitan-kesulitan yang ada di salah satu mata pelajaran, berbagai simulasi test/try-out bareng hingga mengikuti bimbingan belajar kami sudah bareng-bareng bersama dan dengan gampangnya allah membalikan rencana kami yg tak disangka-sangka. lalu??? bisa apa kami? kami ingin marah dengannya? kami ingin kecewa dengannya? kami ingin caci maki tidak adil dengannya? YA... tidak semudah itu. akhirnyaa, pada seketika saat seleksi bersama aku pun mengikutinya dan alhamdulilah........... kembali lagi mendapatkan ketidak beruntungan bagi saya untuk tidak bisa satu universitas dengan sahabat-sahabat saya yg ada di jawatengah tersebut. Ya disitu saya tidak tahu harus apa lagi, karena saya tidak lagi mendapatkan kampus impian kami berlima dan bahkan saya justru mendapatkan universitas negeri yg jauh dari dugaan saya yg jauh dari bukan yg saya impikan selama ini.  lalu.........sahabat-sahabatku pun saat itu sempat kecewa dan marah kepada saya "mengapa saya tidak bisa satu universitas dengan mereka?" tapi saat itu teman-temanku telah menerima semua rencana allah yg diberikan ke pada aku, dan teman-temanku sudah mulai menerima kelapangan dada ikhlas untuk kami tidak satu universitas bersama. Hal yang membuatku tidak kuat adalah ku telah mengecewakan kedua orang tua tidak mendapatkan sebuah "almamater biru dongker dengan jurusan akuntansi" keempat teman-temanku menyikapi ini dengan mengungkit semangatku kembali. “Gak apa kita bisa berteman walaupun beda universitas, jalan ke Roma masih panjang.." Sedih? Ya. Menyesal? bisa jadi, karena mungkin kurang berusaha.

Ya, ku harap dengan semua rencana allah yg sudah di atur serapih ini aku bisa lebih bersyukur apa yg sudah hadiah diberikan kepada allah di tanggal ulang tahunkun yakni 6 mei 2015 yang alhamdulilah lulus di salah satu universitas negeri dengan gelar ekonomi yg selama ini cita-citaku untuk bisa berkuliah di fakultas ekonomi walaupun tidak menjadi sarjana ekonomi di jawatengah sana dan satu universitas dengan para kawan-kawanku tersebut. akupun lebih mensyukurin atas nikmat allah ini yg beliau berikan. semoga bisa menjadi sarjana ekonomi yg lulus tepat waktu. amin

untukmu, wahai sahabatku maaf kan aku yg tidak bisa menepatkan janji kami yang saat itu h-1 ujian nasional kami berjanji untuk bisa bareng satu universitas. tapi tak apa sahabat, ini takdir allah yg sangat indah. mungkin dengan seperti ini adalah jalan satu-satunya untuk kita sukses di bidangnya masing-masing (hukum,komunikasi,manajemen,hubungan internasional) dan kita lulus dengan 4 tahun memakai toga dan baju wisuda dengan berfoto bersama saat 3 tahun kelak nanti.

Lagi-lagi inilah hidup…..ternyata tak selalu sejalan dengan apa yang kita inginkan. Seperti kisah yang entah harus bagaimana cara mengungkapkannya, semua begitu rumit bagiku.

Sesuatu yang menurutmu baik untukmu, belum tentu baik menurut Allah untukmu. Dan sesuatu yang menurutmu buruk bagimu, belum tentu buruk menurut Allah bagimu”. Bagi seorang manusia, keberhasilan adalah suatu kondisi yang selalu ingin dicapai. Tidak ada satupun manusia yang ingin terpuruk dalam kegagalan terus-menerus. Bagi mereka yang mau dan mampu untuk meraihnya, keberhasilan itu akan dapat diraih atas izin Allah SWT.

 Satu hal yang perlu kita ingat, tidak selamanya kegagalan itu menandakan ketidakmampuan kita untuk mencapai suatu tujuan. Sebab kegagalan itu adalah proses atau sebuah jalan panjang menuju titik kejayaan. Kita mungkin sering mendengar kata-kata mutiara Kegagalan adalah awal dari keberhasilan

Keberhasilan hanya dapat diraih melalui dua cara, yaitu ikhtiar dan tawakkal. Segala upaya dan kerja keras kita dalam mewujudkan tujuan dan mimpi yang ingin kita raih merupakan ikhtiar. Namun bagaimanapun juga, manusia tetap saja seorang makhluk yang tidak memiliki kekuatan apa-apa. Untuk itulah, selain melakukan ikhtiar, kita harus tawakkal kepada Allah dengan memperbanyak ibadah dan do’a agar setiap ikhtiar yang kita lakukan mendapat berkah dan dimudahkan oleh Allah.

Banyak orang yang telah bekerja keras siang dan malam, bahkan sampai menghabiskan sebagian besar waktu, tenaga, bahkan hartanya hanya untuk meraih impiannya, pada akhirnya harus mengalami kegagalan yang pahit. Inilah akibatnya jika kita melupakan Allah dalam setiap ikhtiar/ usaha kita. Kita terkadang merasa pede dengan kemampuan kita sendiri, bahkan sampai menganggap bahwa keberhasilan yang selama ini diraih adalah hasil jerih payahnya sendiri. Dia lupa bahwa yang memberikan segala kenikmatan itu adalah Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kaya.

Ikhtiar dan tawakkal hanyalah sebuah sarana kita untuk mencapai tujuan kita. Segala sesuatunya hanya berhak ditentukan oleh Allah saja. Artinya, tujuan atau mimpi yang ingin kita capai belum tentu akan kita raih, sekalipun telah melakukan ikhtiar dan tawakkal yang banyak. Kenapa demikian? Apakah Allah murka pada kita?

Ternyata Allah sangat sayang kepada kita. Allah itu Maha Mengetahui segalanya. Termasuk segala sesuatu yang kita butuhkan, Allah lebih tahu daripada kita sendiri. Karena, segala sesuatu yang kita inginkan, segala sesuatu yang menurut kita baik, ternyata belum tentu baik menurut Allah. Misalnya, "kita" ingin hidup kaya dan tentram. "kita" setiap hari berikhtiar dan bertawakkal agar Allah memberikannya kekayaan kepada "kita". Namun pada akhirnya "kita" tetap saja hidup miskin. Bukan berarti Allah murka kepada "kita", lantas tidak memberikan kekayaan pada "kita". Tapi Allah tahu, jika "kita" menjadi orang kaya yang bergelimangan harta, "kita"  akan menjadi kufur dan jauh dari Allah. Oleh karena itulah, Allah tidak mengubah nasibnya agar ia lebih dekat lagi kepada Allah.

 Ketika usaha dan do’a kita tidak dikabulkan oleh Allah, itu berarti Allah mempunya rencana lain yang jauh lebih indah daripada rencana yang kita buat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar