Senin, 31 Oktober 2016

Menjadi Kerikil kecil diantara batu-batu besar

Seperti kerikil kecil yang membuatku terpeleset, tapi aku tidak jatuh, aku tetap bisa berdiri kuat. 
ada kalanya manusia di berikan ujian kecil yg sama... ada kerikil kecil yg cukup mengganggu...
dan kerikil kecil itu harus kita syukuri... karna Allah hanya memberikan kerikil kecil bukan bongkahan batu yg membuat kita jatuh.

 Terkadang dalam hidup ini kita sering melalui masa masa yang sulit.sering kali diantara kita hingga terjatuh dlm melaluinya. kesulitan sebenarnya hanya bungkus dari sebuah kebahagiaan. Tak ada kebahagiaan yg tanpa melalui kesulitan. ibarat seorang mau naik kelas maka ia harus mengikuti serangkaian ujian. kesulitan hidup adalah ujian dlm kehidupan.

menjadi kerikil kecil yang kuat. Ya, ubah mind set kamu. Sebuah cobaan sering kali dianggap sebagai sebuah musibah kan? Nah kata "musibah" itu yang harus kamu ganti. Kenapa?  kata musibah itu terkesan terlalu negatif sehingga membuat kita merasa jatuh. Akan lebih baik kalo kita ganti sebagai kata "ujian"., pada dasarnya sebuah cobaan dijatuhkan pada kita tentu ada tujuannya. Coba kita analogikan atau kita lakukan perumpamaan tentang cobaan ini. Kamu dianalogikan sebagai sebuah bola. Sebelum dipasarkan atau dijual, pastilah sang pencipta menginginkan "produk" yang dibuatnya itu berkualitas baik. Semakin baik kualitasnya, semakin "mahal" pula harganya.

 Dan untuk mendapatkan bola kualitas terbaik itu pastinya akan dilakukan serangkaian percobaan. Iya kan? Produk itu bakal ditendang, atau apa saja untuk menguji kualitasnya. Nah seperti itulah kira-kira kita saat sedang menghadapi cobaan.

 Allah menguji seseorang itu kerna Allah SWT mempunyai rahasianya tersendiri, sama ada Allah hendak tambah iman kita atau hendak uji sejauh mana keimanan kita.

Lantas apa pelajaran kehidupan yang dapat dipetik dari kerikil kecil? 

Seperti halnya kerikil kecil, untuk menjadi orang yang berguna dan memberi manfaat bagi banyak orang maka kehidupan yang kita jalani pun harus melalui proses perjalanan yang panjang. Dalam perjalanan tersebut sudah pasti kita akan menemui banyak rintangan dan ujian yang tidak ringan. Tapi yakinlah seberat apapun ujian kehidupan yang kita terima, Tuhan tidak pernah menguji hamba-hambanya di luar batas kemampuan. 

Justru ujian yang berat dan datang silih berganti akan menempa kita menjadi orang yang kuat. Ujian adalah bagian proses kehidupan yang harus kita lalui untuk menjadi orang yang lebih bermutu. Bukan orang yang hanya biasa-biasa saja. Semakin kuat kita menghadapi ujian maka kunci kehidupan yang lebih bermakna telah kita dapatkan.

 Lihatlah kerikil kecil tersebut. Sebelum menjadi batuan besar yang mampu memberi manfaat bagi manusia, dia mengalami proses yang panjang. Dicangkul, diinjak-injak, dijemur dalam terik matahari hingga berhari-hari dan menjadi sebuah proses pelapukan .

 Semua proses yang dijalani kericil kecil tersebut bertujuan agar menjadi batu bata merah yang kokoh dan kuat bukan batu bata yang mudah pecah dan tercerai berai. Dan untuk mendapatkan kerikil kecil yang kokoh dan kuat prosesnya harus dijalani hingga paripurna. 

Tidak boleh berhenti dan putus di tengah jalan. Begitu juga dengan kita manusia. Tidak boleh putus asa dan menyerah di tengah jalan dalam menghadapi semua ujian hidup. Jika manusia tidak pernah diuji, lalu bagaimana seseorang bisa merasakan kesakitan dan kesabaran. 

Jika setiap keinginan kita dengan mudah bisa terpenuhi tanpa usaha, lalu darimana kita belajar yang namanya ikhtiar, kerja keras, kerja cerdas dan kerja ikhlas. Tanpa adanya cobaan hidup, lalu darimana kita akan belajar tentang kesabaran. Untuk mendaki sebuah puncak saja dibutuhkan ekstra tenaga agar sampai di tujuan.
Lantas apa pelajaran kehidupan yang dapat dipetik dari batu bata merah tersebut? Seperti halnya batu bata merah, untuk menjadi orang yang berguna dan memberi manfaat bagi banyak orang maka kehidupan yang kita jalani pun harus melalui proses perjalanan yang panjang. Dalam perjalanan tersebut sudah pasti kita akan menemui banyak rintangan dan ujian yang tidak ringan. Tapi yakinlah seberat apapun ujian kehidupan yang kita terima, Tuhan tidak pernah menguji hamba-hambanya di luar batas kemampuan. Justru ujian yang berat dan datang silih berganti akan menempa kita menjadi orang yang kuat. Ujian adalah bagian proses kehidupan yang harus kita lalui untuk menjadi orang yang lebih bermutu. Bukan orang yang hanya biasa-biasa saja. Semakin kuat kita menghadapi ujian maka kunci kehidupan yang lebih bermakna telah kita dapatkan. Lihatlah batu merah tersebut. Sebelum menjadi batu bata merah yang mampu member manfaat bagi manusia, dia mengalami proses yang panjang. Dicangkul, diinjak-injak, direndam dalam air, dicetak, dijemur dalam terik matahari hingga berhari-hari lalu dibersihkan dengan golok yang tajam dan terakhir di bakar hingga ribuan derajat. Semua proses yang dijalani batu bata merah tersebut bertujuan agar menjadi batu bata merah yang kokoh dan kuat bukan batu bata yang mudah pecah dan tercerai berai. Dan untuk mendapatkan batu bata merah yang kokoh dan kuat prosesnya harus dijalani hingga paripurna. Tidak boleh berhenti dan putus di tengah jalan. Begitu juga dengan kita manusia. Tidak boleh putus asa dan menyerah di tengah jalan dalam menghadapi semua ujian hidup. Jika manusia tidak pernah diuji, lalu bagaimana seseorang bisa merasakan kesakitan dan kesabaran. Jika setiap keinginan kita dengan mudah bisa terpenuhi tanpa usaha, lalu darimana kita belajar yang namanya ikhtiar, kerja keras, kerja cerdas dan kerja ikhlas. Tanpa adanya cobaan hidup, lalu darimana kita akan belajar tentang kesabaran. Untuk mendaki sebuah puncak saja dibutuhkan ekstra tenaga agar sampai di tujuan.

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/kenhirai/belajar-kehidupan-dari-batu-bata-merah_552e07096ea834c5218b45a2

Allah timpakan ujian supaya kita bersabar,  Allah tahu kita kuat dalam menghadapi ujianNya jadi Allah berikan ujian itu ke atas diri kita. Di sini kita dapat lihat betapa sayang dan kasihnya Allah kepada kita.

Kita diberi cobaan untuk memperingatkan kita agar memperbaiki kesalahan dalam diri kita, untuk bisa menjadi pribadi yang lebih baik tentunya.

                                                   "Kita perlu tahu selepas ujian itu selesai, satu lagi
                                                   ujian akan datang, maka bersedialah dalam menghadapi 
                                                  ujian  yang seterusnya. Untung bagi mereka yang selalu diberi
                                                 ujian tanda Allah swt sayang padanya."
 
Untuk menjadi kerikil kecil kuat diantara batuan yang besar,  Tapi itulah proses hidup yang harus kita lalui. Ketika kita mampu bersabar lalu bertawakkal atas ujian dan cobaan tersebut maka sesungguhnya kehidupan yang lebih baik sedang menunggu kita di depan sana. 

Tapi itulah proses hidup yang harus kita lalui. Ketika kita mampu bersabar lalu bertawakkal atas ujian dan cobaan tersebut maka sesungguhnya kehidupan yang lebih baik sedang menunggu kita di depan sana. Jangan pernah menyerah untuk meraih masa depan dan kehidupan yang lebih baik. Semoga kesuksesan segera menghampiri kita semua.

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/kenhirai/belajar-kehidupan-dari-batu-bata-merah_552e07096ea834c5218b45a2

Tidak ada komentar:

Posting Komentar