Senin, 31 Oktober 2016

mengapa orang lama, selalu tergantikan oleh orang baru

 

Yaa, 
dulu kita tak sejauh ini. 
Tak sejauh ini. Bukan berarti dulu kita sangat dekat,
tapi setidaknya kita selalu bertegur sapa setiap harinya.

Aku mulai menerka nerka, mungkin kamu sudah menemukan teman yang baru. Teman yang lebih membuatmu nyaman dibanding diriku. Bukan, aku bukan ingin memintamu untuk selalu ada buatku. Tapi aku hanya ingin kamu mengingatku.
Apa kabar kamu yang dulu pernah bilang aku orang yang asik ketika kamu ajak berbincang? Sudah dapatkah pengganti berbicangmu sekarang? Sepertinya sudah.
Mungkin kita sekarang jarang bertegur sapa, tapi bukan berarti aku hanya diam tak memperhatikanmu.

  Aku juga sering melihatmu mencari cari orang yang mungkin kini menggantikanku. Dulu kamu sering melihat kearahku. Tapi sekarang tidak. Bahkan Menyapaku saja tak pernah.
Dulu kita pernah seperti ini, merasa saling menghindar ketika kamu tau bagaimana perasaanku kepadamu. kini mulai jauh menjauhiku.

Aku kadang iri melihatmu asik berbincang dengan orang baru. Yaa, aku hanya mengingat ingat dulu kita pernah begitu.
Aku memang tak pernah tau, kamu lebih dulu mengenalnya atau lebih dulu mengenalku.

saat canda tawa berubah menjadi air mata, dan saat waktu bersama berubah saat yang membosankan dan canggung. jalanin sampai tidak bisa lagi untuk dijalani.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar